<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>ntt &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/ntt/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "ntt"</description>
	<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 09:35:21 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Peperoni's vs La Forketta]]></title>
<link>http://jerricklim.wordpress.com/?p=183</link>
<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 04:15:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>jerricklim</dc:creator>
<guid>http://jerricklim.wordpress.com/?p=183</guid>
<description><![CDATA[
Marina of Rinaz.net has been trying to disprove me and NTT&#8217;s claim that Peperoni&#8217;s, the]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[gallery]
<p>Marina of <a href="http://www.rinaz.net" target="_blank">Rinaz.net</a> has been trying to disprove me and <a href="http://nttup.wordpress.com/" target="_blank">NTT's</a> claim that Peperoni's, the Pizza restaurant near my place is better than her favourite, La Forketta. Today, we both went down to La F. and had a rather fantastic meal. Or rather a meal to remember.</p>
<p>Twas during this meal we made certain comparisons between the two places and the types of Pizza that they made. La F. had a slightly thicker crust, but seemed to use ingredients of a different quality. But I have to be honest and say that that I preferred Peperoni's thinner crust with their mix of ingredients, they felt more down home and I guess just has the emotional baggage of being my first real pizza love. *I do count Da Donato as my first street food love*</p>
<p>This lead me to an interesting question. Is food better just because you pay more for it, and you consume it in a special setting? I am finding it hard to put a new spin on things other than saying its due to friends as well. But I think food tastes best when taking with friends, when taken with people who enjoy serving you the food, with people who are enjoying the food as much as you are and generally just having an atmosphere of convivality. A severe, Haute Cuisine location, with its reverential undertones can never inspire such beauteous food in my opinion.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[High &amp; floatin']]></title>
<link>http://aloxecorton.wordpress.com/?p=607</link>
<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 21:49:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tom Van Hout</dc:creator>
<guid>http://aloxecorton.wordpress.com/?p=607</guid>
<description><![CDATA[Today I didn&#8217;t even have to use my AK. I gotta say it was good day. Here&#8217;s why, in no pa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><em>Today I didn't even have to use my AK. I gotta say it was good day. </em>Here's why, in no particular order:</p>
<ul>
<li>the "gritty boom-bap gem" that <a href="http://www.myspace.com/stacyepps">Stacy Epps</a>' <a href="http://www.youtube.com/watch?v=zdA5OS31bcE">Floatin'</a> is. Now that's a track;</li>
<li>light at the end of the PhD tunnel. Must keep the momentum going;</li>
<li>the athlete feedback on our <a href="http://aloxecorton.wordpress.com/2008/07/27/trika-20/">second race</a>. Long live <a href="http://www.polldaddy.com/">polldaddy</a>;</li>
<li><a href="http://en.beijing2008.cn/news/sports/headlines/basketball/n214542940.shtml">Team USA basketball</a> &#38; <a href="http://en.beijing2008.cn/news/sports/headlines/cyclingroad/n214537437.shtml">Fabian Cancellara's time trial</a>;</li>
<li>the launch of a <a href="http://talkingnewsproduction.ning.com/">collaborative writing experiment</a>;</li>
<li>José James is <a href="http://jazzmiddelheim.klara.be/jazzmiddelheim_master/programma/JoseJames/index.shtml">in town</a> to play his <a href="http://www.youtube.com/watch?v=tp9klgox2Ys">jazzy joints</a>;</li>
<li>the prospect of going home &#38; <a href="http://www.depastorale.be/">eating out</a>;</li>
<li>digital <a href="http://www.makingonlinenews.net/book/reactions-to-the-book-in-the-scholarly-blogosphere/">props</a> on one of my posts.</li>
</ul>
[caption id="" align="aligncenter" width="160" caption="Jose James (courtesy: Brownswood Recordings)"]<a href="http://www.flickr.com/photos/brownswoodrecordings/2756067131/"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3073/2756067131_761ac81bab_m.jpg" alt="Brownswood Recordings)" width="160" height="240" /></a>[/caption]
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menakar Tiga Pasangan Calon Gubernur NTT]]></title>
<link>http://irenius.wordpress.com/?p=6</link>
<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 12:05:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Irenius Lagung</dc:creator>
<guid>http://irenius.wordpress.com/?p=6</guid>
<description><![CDATA[Suhu politik NTT saat ini sedang panas. Tiga pasangan cagub-cawagub (Ibrahim  Maedah-Paulus Moa, Fra]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Suhu politik NTT saat ini sedang panas. Tiga pasangan cagub-cawagub (Ibrahim  Maedah-Paulus Moa, Frans Lebu Raya-Esthon Foenay, dan Gaspar P Ehok-Yulius Bobo)  sedang berjibaku menjual program strategis demi menarik simpati rakyat.  Masing-masing pasangan calon memiliki selling point yang diharapkan bisa merebut  suara dalam pilkada tanggal 14 Juni mendatang. Tentu janji-janji politik yang  dikemukakan perlu dibaca dari trade record masing-masing pasangan untuk dipahami  apakah janji yang dikemukakan dalam pilkada sekedar lips service atau memang  komitment politik yang akan mereka perjuangkan bila memimpin NTT kelak.</p>
<p>Sejauh pengamatan saya, dari tiga pasangan calon yang paling realistis  menjual programnya adalah pasangan Gaspar P. Ehok-Yulius Bobo. Pasangan ini  patut diacungi jempol, sebab mereka tidak sekedar bicara melainkan sudah  memiliki ide dan strategi yang dipersiapkan sejak awal. Buktinya, sebelum terjun  berkampanye mereka sudah meluncurkan buku putih untuk pembangunan NTT selama  liam tahun ke depan. Hasilnya, materi kampanye mereka tidak meleset dari grand  design yang telah ada sebelumnya.</p>
<p>Dua calon lain terkesan begitu kelabakan saat kampanye tiba. Mungkin karena  kurang percaya diri pasangan Ibrahim A Maedah-Paulus Moa mengumbar janji  pendidikan dan kesehatan gratis bagi masyarakat NTT. Mustahil bila Ibrahim  Maedah-Paulus Moa mampu mewujudkan hal ini mengingat kondisi NTT yang serba  minus. Jangankan pendidikan gratis, kesehatan masyarakat pun tak kunjung membaik.  Kasus busung lapar hampir setiap tahun terjadi. Mustahil mewujudkan impian dua  kampiun Golkar ini bagi NTT dalam masa lima tahun mendatang.</p>
<p>Sementara Frans Lebu Raya-Esthon Foenay gencar mengkampanyekan tiga  peningkatan kualitas SDM, kesehatan dan pengembangan ekonomi rakyat. Program  yang dikemukakan Frend tampaknya hanya melanjutkan program Tiga Batu Tungku yang  digagas Piet A Tallo. Sebagai wakil gubernur NTT saat ini, tentu mudah saja bagi  Frans Lebu Raya membicarakan hal itu sebab sudah menjadi makanan sehari-harinya  selama kurang lebih lima tahun mendampingi Piet A Tallo. Pertanyaannya, bila  memang Frans seorang pemimpin yang berdedikasi, mengapa mengapa selama masa  jabatannya tidak banyak perubahan yang dialami rakyat NTT.</p>
<p>Apesnya saat Frans Lebu Raya dan Ibrahim A Maedah sedang asyik menjual  janji-janjinya, KPK saat ini sedang memeriksa berkas dugaan korupsi dua oknum  ini. Bukan basa-basi jika dua calon gubernur ini bila terpilih akan melanjutkan  kultur korupsi yang menjamur di kalangan birokrat NTT</p>
<p>Gaspar P Ehok-Yulius Bobo, mungkin cukup realistis. Mengingat kondisi NTT  sebagai propinsi dengan tingkat korupsi nomor empat nasional, keduanya menggagas  manuver hebat, yakni berupaya membersihkan korupsi di kalangan birokrat di NTT.  Menurut Gaspar, korupsi merupakan salah satu penyebab kemiskinan NTT, karena itu  peningkatan kesejahteraan rakayt mau tidak mau harus berangkat dari kalangan  birokrat. Bila birokrat korup maka rakyat akan tetap miskin…Walahualammm….</p>
<p>Bila menilik program-program yang diajukan masing-masing calon (tentu tidak  semuanya dikemukakan di sini) serta trade record masing-masing pasangan tentu  Gaspar dan Yulius adalah pasangan yang ideal memimpin NTT di masa datang. Jadi  untuk apa NTT memiliki pemimpin muda kalau bermental korup!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[IPrA panel on collaborative news writing]]></title>
<link>http://aloxecorton.wordpress.com/?p=367</link>
<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 23:03:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tom Van Hout</dc:creator>
<guid>http://aloxecorton.wordpress.com/?p=367</guid>
<description><![CDATA[I am pleased to announce that the IPrA powers-that-be have &#8220;positively evaluated&#8221; the pa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>I am pleased to announce that the IPrA powers-that-be have "positively evaluated" the panel proposal that Daniel Perrin, Ellen Van Praet and I have submitted. This means that we will be convening a panel on collaborative news writing at the <a href="http://ipra.ua.ac.be/main.aspx?c=*CONFERENCE2006&#38;n=1340">11th International Pragmatics Conference</a> in Melbourne, Australia (July 12-17, 2009). If you would like to contribute to this panel, feel free to <a href="http://aloxecorton.wordpress.com/contact/">contact</a> me.</p>
<p><!--more--><strong>Collaborative news writing: a discursive perspective on news production</strong></p>
<p>Panel convenors:</p>
<p>Daniel Perrin (Zürich University), Ellen Van Praet &#38; Tom Van Hout (Ghent University)</p>
<p>KEYWORDS: media language, collaborative writing, discursive mediation, news production, ethnography</p>
<p>Research on media language has traditionally applied a product view to the study of the news, focusing for example on textual analyses of print media (Richardson 2006) or on transcript-based analyses of broadcast media (Hutchby 2006). In this panel, however, we set out to explore new avenues of media language research by broadening the scope from the end product (the media text) to the process and practice of news production. Preliminary discursive research on front and back region aspects of news production was presented during panels at the 9th and 10th  International Pragmatics Conferences (July 2005, July 2007) and has been published in a special issue on the discourse of news management in Pragmatics  (Van Hout &#38; Jacobs 2008 ).</p>
<p>In keeping with the conference theme of diversity, context and structure, the panel seeks to explore how media texts are produced in complex and highly dynamic collaborative organizational contexts. Whereas text production research traditionally reconstructs either single authors’ decisions, strategies, and routines (the "mono-micro-without-macro" perspective) or general organizational phenomena (the non-grounded perspective), this panel aims to describe and explain in an ethnographically dense way the interplay of individual and interpersonal situated activity of journalists, cutters, editors etc. as co-authors working on the same item at (about) the same time (Perrin, Burger, Fürer, Gnach, Schanne &#38; Wyss 2008 ).</p>
<p>Presentations of unpublished innovative approaches, empirically grounded and theoretically integrative, are welcome.</p>
<p>For the purpose of this panel, the term news media comprises print media (newspapers, magazines), broadcast media (television, radio) and online media (e-zines, blogs, podcasts).</p>
<p>References</p>
<ul>
<li>Hutchby, Ian (2006). Media Talk: Conversation Analysis and the Study of Broadcasting. Glasgow: Open University Press.</li>
<li>Perrin, Daniel, Burger, Marcel, Fürer, Mathias, Gnach, Aleksandra, Schanne, Michael and Wyss, Vinzenz (2008). Idée suisse. Final report. In Institute of Applied Media Studies (ed.), IAM Working Papiers Winterthur: Institute of Applied Media Studies.</li>
<li>Richardson, John E. (2006). Analysing Newspapers: An Approach From Critical Discourse Analysis. Basingstoke: Palgrave Macmillan.</li>
<li>Van Hout, Tom and Jacobs, Geert (2008). News production theory and practice. Fieldwork notes on power, interaction and agency. Pragmatics 18, 59-86.</li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[16 Hari Bersama Finalis Miss Indonesia 2008 (2)]]></title>
<link>http://ratnaisnasari.wordpress.com/?p=42</link>
<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 14:06:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ratna Isnasari</dc:creator>
<guid>http://ratnaisnasari.wordpress.com/?p=42</guid>
<description><![CDATA[KARANTINA OH KARANTINA 
Dona &amp; aku
Tibalah hari itu. Ke 33 finalis telah dibagi kedalam 6 kelomp]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARANTINA OH KARANTINA </strong></p>
[caption id="attachment_61" align="alignright" width="135" caption="Dona &#38; aku"]<a href="http://ratnaisnasari.files.wordpress.com/2008/07/p10002874.jpg"><img class="size-medium wp-image-61" src="http://ratnaisnasari.wordpress.com/files/2008/07/p10002874.jpg?w=225" alt="Dona &#38; aku" width="135" height="180" /></a>[/caption]
<p style="text-align:justify;">Tibalah hari itu. Ke 33 finalis telah dibagi kedalam 6 kelompok dengan tujuan untuk memudahkan koordinasi.  Setiap kelompok diusahakan terdiri dari finalis dengan asal daerah beragam. Mulai dari daerah atau pulau atau bagian pulau yang diperkirakan tergolong 'hiruk pikuk' sampai dengan daerah yang diperkirakan 'sunyi senyap'. Lalu daerah yang diperkirakan masih 'rada-rada kurang gaul' sampai daerah yang diperkirakan 'kelebihan gaul', Jakarte misalnya. :). Cukup adil kan? yah setidaknya kita sudah berusaha untuk berbuat adil deh..,  dan aku 'kebagian' kelompok yang terdiri dari  6 anak, yaitu dari Jawa Tengah - Melia, Jawa Barat - Riesta, Sumatra Selatan - Helya, Kalimantan Tengah - Karin, Kalimantan Selatan - Lytha, dan terakhir dari NTT - Dona Ken.</p>
<p style="text-align:justify;">Katanya tugas bunda-bunda (bunda adalah panggilan untuk ku dan 5 teman lainnya)  adalah memegang kunci kamarnya (sebuah suitroom dengan 3 kamar), memastikan  keberadaan mereka sesuai dengan jadwal acara dan tepat waktu, memastikan bahwa mereka tidak saltum (salah kostum) dalam tiap acara, dst dst... sambil, pastinya.. diam-diam memberi penilaian. Pokoknya yang pasti-pasti aja lah.. ;) dan itu sama artinya dengan jam kerja mulai dari pagi hingga malam karena bertanggung jawab atas keberadaan dan keikut sertaan mereka dalam seluruh kegiatan. Alamaaakkk...  panjang sekali waktu kerjanyaaa... Tapi ya sudah lah aku masih tetap semangat kok.. Lalu,    hmm... seperti apakah bentuk dan susunan tubuh mereka ya ? :). Rasanya aku tidak sabar menanti.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>'Arrival'</strong></p>
[caption id="attachment_55" align="alignleft" width="135" caption="Karin, dibawah umur nih kayanya.."]<a href="http://ratnaisnasari.files.wordpress.com/2008/07/p1000279.jpg"><img class="size-medium wp-image-55" src="http://ratnaisnasari.wordpress.com/files/2008/07/p1000279.jpg?w=225" alt="Karin, dibawah umur nih kayanya.." width="135" height="180" /></a>[/caption]
<p style="text-align:justify;">Rabu 28 Mei 2008 adalah hari pendaftaran finalis. Mulai pagi hari satu persatu para finalis itu mulai berdatangan. Aku sudah siap dengan selempang identitas asal daerah mereka, khususnya 'anak-anak'ku.  Aku tidak ingat siapa 'anakku' yang datang lebih dulu, kalau tidak salah sih Dona dari NTT..  Waah tinggi juga ni anak. Lebih tinggi dari aku. Ya iya laaahhh...  persyaratan minimal tingginya harus 165cm..  namanya juga calon miss Indo :)</p>
<p style="text-align:justify;">Ada kesan sendiri saat aku mengantar kekamarnya dan berbincang-bincang perkenalan sambil bicara tentang aturan secara umum. Kesan Pertama. Feminin, lembut dan halus, selain itu juga peduli terhadap kebudayaan dan tanah leluhurnya.  Buktinya dia rela menenteng-nenteng sekotak besar perangkat pakaian daerah dengan asesoris dari gading dan emas (?) yang katanya sangat berharga itu. Dan satu lagi yang aku ingat. Dia bercerita tentang gunung Kelimutu yang indah dan bisa berubah 3 atau 4 warna (?), tergantung pada jam berapa kita berada disana. Hmm... aku naksir berat sama ceritanya itu. "Sayang aku lupa bawa fotonya", katanya. Yaaahh...   Itu perkenalanku dengan Dona Ken.</p>
[caption id="attachment_58" align="alignleft" width="135" caption="Melia, bisa "]<a href="http://ratnaisnasari.files.wordpress.com/2008/07/p10002611.jpg"><img class="size-medium wp-image-58" src="http://ratnaisnasari.wordpress.com/files/2008/07/p10002611.jpg?w=225" alt="Melia, bisa \'gila\' juga" width="135" height="180" /></a>[/caption]
<p style="text-align:justify;">Lalu aku pun teringat Helya. Kenapa dia? mm.. mungkin karena aku ingat akan kesalahan dan ke sok tahuan aku saat itu :). Saat briefing, katanya, karena para finalis dilarang kontak dengan siapapun maka mau tak mau para bunda lah yang jadi tumpuan harapan mereka. Tempat mereka bertanya ataupun berkeluh kesah tentang banyak hal. Tapi siapa sangka aku akan ditanyai tentang gaun.. :(. Berdua dengan sang ibu, Helya bertanya masalah gaun, tepatnya Ball Gown. Nah lho.. denger aja baru sekarang ada yang namanya ball gown di dunia ini. Gimana caranya aku njawab coba?? Katanya bolehkah Helya pada saatnya nanti mengenakan ball gown yang tidak panjang hanya sebatas sedikit diatas mata kaki deh. Ehm ehm.. pertanyaan macam mana pula ini? bikin bunda jadi kalang kabut hehe... Untung lah.. temanku si bunda yang satu itu sudah banyak pengetahuan tentang dunia gaun menggauni maka pahamlah aku apa yang dimaksud. Tapi kayanya aku sudah terlanjur salah jawab deh.. Ya sudahlah saat yang dimaksud masih lama kok, dan aku masih jumpa terus dengan Helya bahkan setiap saat selama 17 hari :).</p>
<p style="text-align:justify;">Oh ya, Helya berambut panjang hitam, kalau ga salah ada lesung pipit deh di pipinya. Saat itu dia mengenakan sepatu sendal tidak berhak maksudnya teple lah.. tapi tetep tinggi aja tuh, heran.  Maka aku pun  harus memberitahukannya bahwa  mulai besok  dia tidak diperkenankan memakai sepatu or sandal yang tidak berhak, harus ada hak nya, sambil aku bayangkan betapa akan pegalnya kakimu nanti nak..</p>
<p style="text-align:justify;">Yang lainnya yang aku ingat dihari itu adalah Melia dari Jawa Timur.  Sesosok makhluk cantik halus dan lembut.. :) siapa sangka dia bisa 'gila' juga, kata teman-temanya. Suaranya lembut, wajahnya juga begitu.Tapi logat jawa nya setia juga menempel disela kata-katanya, dan.. secara lembut juga sih.. ngga dar der dor banget hehe.., dan.. tinggi juga.</p>
[caption id="attachment_62" align="alignright" width="180" caption="Lytha, Helya dan Riesta (baju hitam)"]<a href="http://ratnaisnasari.files.wordpress.com/2008/07/miss-indo.jpg"><img class="size-medium wp-image-62" src="http://ratnaisnasari.wordpress.com/files/2008/07/miss-indo.jpg?w=300" alt="Lytha, Helya dan Riesta (baju hitam)" width="180" height="135" /></a>[/caption]
<p style="text-align:justify;">Lalu, karena hari sudah semakin siang dan, aku juga sudah mulai lelah, sementara acara lainnya test kesehatan, ini dan itu untuk persiapan hari esok turut menanti, maka selanjutnya aku mulai kurang konsen deh.. tetapi setiap anak pasti aku antar dan aku ajak bicara. Hmm.. Riesta dari Jabar, tahun lalu sebetulnya dia sudah sampai di tahap karantina juga, tapi apa daya penyakit demam berdarah menyerangnya, maka terpaksa pulanglah dia dengan janji panitia tahun depan diberi kesempatan kembali. Lalu ada Karin yang masih dibawah umur, maksudnya dia adalah peserta termuda, saat itu umurnya cuma tinggal menghitung hari untuk sampai ke angka 17. Dia mewakili  Kalteng. Dan  terakhir Lyta mewakili Kalsel. Yang aku ingat tentang dia adalah tempat kuliahnya dekat rumahku. Wah buahaya nih.. :).</p>
<p style="text-align:justify;">Finalis lain pun melakukan hal yang sama, dipasangi selempang, diantar ke kamar untuk menaruh barang-barang, perkenalan singkat dan diberi penjelasan singkat secara umum tentang aturan kamar dan selama karantina. Maka demikianlah kesibukan para bunda lainnya. Idem dengan ku.</p>
<p style="text-align:justify;">Segalanya mulai terburu-buru deh.. Maka kesanpun semakin sulit didapat. Tapi hari masih panjang, masih sejuta kegiatan yang harus merek jalani. 'Means'.. kesan-kesan pertama itu bisa saja salah dan kemudian berubah.. Akhir kata dan singkat kata..  mereka tinggi-tinggi dan cantik-cantik. Kenapa anak jaman sekarang bisa seperti itu ya?  beda dengan jaman ku dulu :(.</p>
<p style="text-align:justify;">(lihat juga 'Angan-angan', Pembekalan, category: Finalis Miss Indonesia 2008)</p>
<p style="text-align:justify;">Nana</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Andrea Rocci on predictions in financial news]]></title>
<link>http://aloxecorton.wordpress.com/?p=382</link>
<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 02:30:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tom Van Hout</dc:creator>
<guid>http://aloxecorton.wordpress.com/?p=382</guid>
<description><![CDATA[Andrea Rocci (University of Lugano) kicked off the first ever NT&amp;T research seminar in style wit]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.unisi.ch/en/personal-info.htm?id=341">Andrea Rocci</a> (University of Lugano) kicked off the first ever <a href="http://aloxecorton.wordpress.com/2008/05/29/ntt-research-seminar-andrea-rocci/">NT&#38;T research seminar</a> in style with a compelling talk about predictions in financial news. Drawing on semantics, argumentation and evidentiality, Andrea's talk did what NT&#38;T seminars are supposed to do: generate discussion about news production at the intersection of research traditions, theoretical models and analytical perspectives. Andrea's presentation slides are now <a href="http://www.ntt.ugent.be/index.php?id=95&#38;type=file">available for download</a> (.pdf) on the NT&#38;T website.</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3158/2574701611_ab610da502.jpg?v=0" alt="" width="500" height="333" /></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[NT&amp;T research seminar Andrea Rocci]]></title>
<link>http://aloxecorton.wordpress.com/?p=340</link>
<pubDate>Thu, 29 May 2008 14:11:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tom Van Hout</dc:creator>
<guid>http://aloxecorton.wordpress.com/?p=340</guid>
<description><![CDATA[NT&amp;T is starting up a research seminar series during which selected scholars present their views]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ntt.ugent.be/">NT&#38;T</a> is starting up a research seminar series during which selected scholars present their views on one of our <a href="http://www.ntt.ugent.be/index.php?id=48&#38;type=content">discussion topics</a>. The first speaker to kick off this new initiative is Andrea Rocci from the University of Lugano. Andrea will give a talk on 13 June 2008 in Ghent. Drop me a line if you would like to attend. Here is Andrea's abstract.</p>
<blockquote><p><strong>Three perspectives on the analysis of predictions in financial news: semantics, argumentation, and the genre system.</strong></p>
<p>Financial news is as much about what could happen tomorrow than about what happened yesterday in the markets.  From a pragmatic viewpoint financial news concerning public companies primarily addresses an audience of (potential) investors whose demand for information is largely oriented towards supporting their future investment decisions. Financial news support and influence these decision processes both directly and indirectly.</p>
<p>Acts of prediction in the form of economic forecasts and of other “forward looking statements” play a central role in this journalistic genre like in other genres of economic discourse. In this talk I will present the three pronged strategy of analysis of this pivotal speech act adopted in an ongoing research project. The strategy aims to bring together three research traditions that very rarely (if ever!) talk to each other: formal semantics, normative pragmatic models of argumentation, and genre studies focusing on the notion of “system of genres”. The talk will try to enucleate some of methodological implications of the approach with respect to the role of linguistic meanings and context in the practice of discourse analysis.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nokia apuesta por Linux]]></title>
<link>http://julianrdz.wordpress.com/?p=60</link>
<pubDate>Fri, 23 May 2008 01:00:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Julián Rodríguez</dc:creator>
<guid>http://julianrdz.wordpress.com/?p=60</guid>
<description><![CDATA[Linux hasta hace bien poco no estaba teniendo repercusión en plataformas móviles, pero su papel en]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;">Linux hasta hace bien poco no estaba teniendo repercusión en plataformas móviles, pero su papel en este mercado está aumentando a medida que más modelos basados en el pingüino llegan al mercado. Una de las claves quizás haya sido que Google apostara por Linux para construir su plataforma móvil Android.</div>
<div style="text-align:justify;">Nokia ha estado usando Linux durante años en sus Internet tablets, un gran dispositivo que permite la navegación móvil por Internet, pero que carece de las funciones de un teléfono móvil. "<span style="font-style:italic;">Vamos a ampliar esa gama, y creemos que el papel que desempeñará Linux aumentará</span>", dijo Kari Tuutti, portavoz de Nokia.</div>
<div style="text-align:justify;">Linux es el sistema operativo de fuente abierta más popular, disponible al público para ser utilizado, revisado, modificado y compartido lo que significa que tiene una gran comunidad de desarrolladores que podrían crear programas más atractivos y con menos costes, algo que a Nokia le interesa mucho...</div>
<div style="text-align:justify;">"<span style="font-style:italic;">Va a ser terriblemente important</span>e", dijo Rick Simonson, director financiero de Nokia cuando se le preguntó sobre el papel de Linux en este campo. Dijo que la compañía ha desarrollado la próxima generación de productos basados en Linux que empezarán a entrar en el mercado.</div>
<div style="text-align:justify;">Muchos pesos pesado de la industria móvil, incluyendo Vodafone, Motorola, NTT, DoCoMo, Samsung, Huewai y LG se han sumado ya al uso de Linux en sus plataformas, pero Nokia de momento seguirá usando Symbian para la telefonía.</div>
<p>Los proveedores de Linux ganan dinero vendiendo las mejoras y realizando servicios técnico de Linux, método que choca directamente con las ofertas de Microsoft, que cobra por su software y se opone a compartir su código libremente.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Global Telcos Plotting a Skype Rival?]]></title>
<link>http://gigaom.com/?p=13331</link>
<pubDate>Tue, 06 May 2008 15:12:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>Om Malik</dc:creator>
<guid>http://gigaom.com/?p=13331</guid>
<description><![CDATA[AT&#038;T, in conjunction with some 10-15 incumbent telecom carriers &#8212; British Telecom, Deutsc]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>AT&T, in conjunction with some 10-15 incumbent telecom carriers -- British Telecom, Deutsche Telecom and NTT among them -- is plotting to launch a Skype competitor, according to a research report issued this morning by ThinkEquity analyst Anton Wahlman. </p>
<p>This is Wahlman’s theory for now, but his track record is full of theories that have eventually been proven right. For instance, he once issued a report that outlined 16 reasons why Cisco should buy Scientific Atlanta -- which the networking giant went on to do, for $6.9 billion. For that reason alone, I put in a call to AT&#38;T to get the lowdown, but all they would offer was the boilerplate phrase, "We can't comment on this type of speculation." <iframe src='http://digg.com/api/diggthis.php?u=http%3A%2F%2Fdigg.com%2Ftech_news%2FGlobal_Telcos_Plotting_a_Skype_Rival' height='82' width='55' frameborder='0' scrolling='no' style='float: right; margin-left: 10px; margin-bottom: 5px; padding: 4px 0 2px 4px; background: #fff;'></iframe></p>
<p>Anyway, back to the Skype competitor! Essentially what Wahlman is saying is that incumbents are going to offer a VoIP client that will work on the incumbent broadband/3G wireless pipe, and will use a backend platform that will allow folks to make free voice calls to anyone who's logged into it. </p>
<p>Much the same way as Skype-to-Skype calls are free, incumbents could use their platform to keep calls from each other's network free. The plan could help them avoid the termination charges and still make money when the calls go off the network to, say, a rival's phone service or wireless network. "We believe that they will have to use a common client and common software platform in order to make this work," Wahlman said.</p>
<p>Isn’t it too little, too late? Realistically speaking, there's a slim chance of anyone catching up with Skype, which keeps adding subscribers and which, despite being mismanaged by its acquirer, has a momentum all its own. “Better late than never,” was Wahlman's take.</p>
<p>Here are some key points about this yet-unnamed proposed Skype killer:</p>
<p>* To be launched in 2009.<br />
* The concept will be extended to mobile phones eventually.<br />
* The service would run on the carrier broadband connection, and also on top of the 3G/4G wireless broadband pipe.<br />
* The service will be used as a lure for selling other services such as video.<br />
* The incumbent consortium partners can brand this service any way they want. </p>
<p>Big shifts in the telecom landscape are forcing the carriers to think along these lines, Wahlman said in a chat earlier this morning. First, carriers are reluctantly facing up to the fact that voice has become a losing proposition. Thanks to competition from folks like Skype, voice is becoming essentially free. Second, they are losing fixed-line customers with an alarming rapidity.</p>
<p>As I have noted previously on several occasions, the carriers are <a href="http://gigaom.com/2007/03/05/bell-accessline-losses-4q2006/">in a race against time</a> -- these line losses basically make their plans to sell other services such as broadband and video impossible, thereby risking their future plans all together. The cost of winning back the customer who switches to, say, cable, VoIP, or a rival’s wireless service is just too high.</p>
<p><a href="http://gigaom.com/2007/01/19/att-unity-or-a-desperate-cry-to-save-wireline/">In the past, carriers have</a> merely taken half-measures to address the voice-for-free problem. So this is radical new thinking:  If voice is a losing business, why shouldn't the carriers cannibalize it themselves, then sell other services, including video? As Wahlman noted, “Robust data connection is the most valuable service the carriers sell."</p>
<p>Amen to that. I just find it hard to believe that the dinosaurs are finally getting jiggy with this new way of thinking.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Stolen moments in Milan]]></title>
<link>http://aloxecorton.wordpress.com/?p=285</link>
<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 19:05:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tom Van Hout</dc:creator>
<guid>http://aloxecorton.wordpress.com/?p=285</guid>
<description><![CDATA[Just got back from Milan where NT&amp;T capo Geert and I taught a 2-day seminar on press releases. W]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Just got back from Milan where NT&#38;T capo Geert and I taught a 2-day seminar on press releases. With so many pleasing distractions (nice weather, warm people, superb cuisine) on hand, Milan more than lives up to its reputation of top European destination. Personal highlights included: people watching at the Vittorio galleria, <a href="http://www.diacenter.org/exhibs_b/flavin-exhib/index.html">Dan Flavin</a>'s minimal art at the <a href="http://www.smacr.com/home.php">Chiesa Rossa</a>, dining on goat cheese risotto &#38; IGT wines, listening to <a href="http://www.lyleroblin.com/index.php">Lyle Roblin</a> hold court and gawking at Pinarello bikes. Now that's windowshopping.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://www.smacr.com/flavin/contenuto/immagini/gallimm5.jpg" alt="" width="421" height="287" /></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Vid-Biz: MySpace, MediaScrape, BayTSP]]></title>
<link>http://newteevee.com/?p=3816</link>
<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 18:04:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Chris Albrecht</dc:creator>
<guid>http://newteevee.com/?p=3816</guid>
<description><![CDATA[MySpace and NBC Join Forces for Campaign Coverage; Decision &#8216;08 to provide daily videos from N]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MySpace and NBC Join Forces for Campaign Coverage</strong>; Decision '08 to provide daily videos from NBC and MSNBC, as well as user-generated content. (<a href="http://www.reuters.com/article/politicsNews/idUSN2146864220080422">Reuters</a>)</p>
<p><strong>MediaScrape Raises $3.16 Million</strong>; Montreal-based news video aggregator, syndicator and translator gets money from undisclosed investors. (<a href="http://www.paidcontent.org/entry/419-video-news-site-mediascrape-raises-c32-million/">paidContent</a>)</p>
<p><strong>BayTSP and NTT Partner for Copyright Tracking</strong>; NTT's content recognition technology makes its U.S. debut through BayTSP's UGC web monitoring service. (<a href="http://www.businesswire.com/portal/site/google/?ndmViewId=news_view&#38;newsId=20080421006507&#38;newsLang=en">release</a>)</p>
<p><strong>Rivals Ignore ABC Debate Clip Rules</strong>; ABC had said only one 30-second clip from the controversial debate was allowed to be repurposed in coverage; others paid it no mind. (<a href="http://www.nytimes.com/2008/04/21/business/media/21clips.html">The New York Times</a>)</p>
<p><strong>Blu-Ray Won Battle, but HD War has Just Begun</strong>; technology faces challenges in upconverting standard DVD players and a low install base outside the PS3. (<a href="http://www.abiresearch.com/abiprdisplay.jsp?pressid=1110">ABI Research</a>)</p>
<p><strong>Adap.tv Launches Video Ad Platform</strong>; OneSource promises to let publishers manage ad campaigns, all ad sources and formats. (<a href="http://sev.prnewswire.com/computer-electronics/20080422/AQTU09922042008-1.html">release</a>)</p>
<p><strong>Groundlings to Go Online</strong>; famous sketch-comedy group to create 50 digital shorts that Sony will distribute. (<a href="http://www.variety.com/article/VR1117984382.html?categoryid=14&#38;cs=1">Variety</a>)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Telefone que "mostra" quem fala na parede!!!]]></title>
<link>http://farofahitech.wordpress.com/?p=36</link>
<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 13:24:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Farofa Hi-Tech</dc:creator>
<guid>http://farofahitech.wordpress.com/?p=36</guid>
<description><![CDATA[A gigante das telecomunicações NTT inventou uma nova maneira de se falar ao telefone, é a tecnolo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>A gigante das telecomunicações NTT inventou uma nova maneira de se falar ao telefone, é a tecnologia batizada de "t-Room".</p>
<p>A tecnologia consiste em projetar a imagem, de pessoas, em lugares diferentes em uma sala, simulando uma conversa como se estivessem juntas, no mesmo ambiente!!!<br />
Uma idéia muito legal, mas ao meu ver é meio que "jogar dinheiro fora"!!!<br />
Mas duvido muito que no Japão esta moda pega!!!</p>
<p><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://g1.globo.com/Noticias/Tecnologia/foto/0,,14463516,00.jpg" alt="" width="600" height="400" /></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aktivits Gunung Egon Menurun, Warga Diminta Tetap Waspada [elshinta]]]></title>
<link>http://indoalert.wordpress.com/2008/04/18/aktivits-gunung-egon-menurun-warga-diminta-tetap-waspada-elshinta/</link>
<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 01:27:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>indoalert</dc:creator>
<guid>http://indoalert.wordpress.com/2008/04/18/aktivits-gunung-egon-menurun-warga-diminta-tetap-waspada-elshinta/</guid>
<description><![CDATA[


Ahmad Zaini - Newsroom,    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung merekomendasika]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<tr>
<td><img src="http://www.elshinta.com/v2003a/images/s.gif" width="1" height="4"></td>
</tr>
<p><strong>Ahmad Zaini - Newsroom</strong>,    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung merekomendasikan kepada Pemerintah Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur (NTT) segera merelokasi warga yang tinggal di sekitar Gunung Egon terkait letusan Selasa (15/4) lalu.
<p><a href="http://indoalert.wordpress.com/"><img src="http://indoalert.googlepages.com/indoalert_icon_orange.png" border="0" alt="indoalert elshinta publisher" /></a>baca selengkapnya di <a href="http://www.elshinta.com/v2003a/readnews.htm?id=48804">elshinta</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Operadora móvel do Japão testa celular que emite fragrâncias]]></title>
<link>http://zettabit.wordpress.com/?p=33</link>
<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 23:30:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>mustabr</dc:creator>
<guid>http://zettabit.wordpress.com/?p=33</guid>
<description><![CDATA[Depois de satisfazer a visão e a audição com streaming de vídeo e downloads de música, a NTT Co]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Depois de satisfazer a visão e a audição com streaming de vídeo e downloads de música, a NTT Comunications quer agradar o olfato do consumidor com um novo sistema que permite aos usuários enviarem fragrâncias pelo celular.</p>
<p>O serviço será testado este mês. Com ele, será possível selecionar e enviar sugestões de fragrâncias para uma unidade responsável por misturá-las e prepará-las. Cada uma tem 16 cartuchos básicos de essências que misturadas produzem inúmeros aromas, em um processo semelhante ao feito por impressoras para produzir diferentes cores.</p>
<p><!--more--></p>
<p>O primeiro passo para perfumar o ambiente é escolher um aroma entre as opções do celular. As instruções são enviadas por infravermelho para o dispositivo que prepara a fragrância. Se a distância for um problema, a alternativa é enviar as instruções por e-mail. A mensagem é então captada pela conexão de banda larga da sua casa e transmitida para o dispositivo que prepara a fragrância. Por esse método, usuários podem agendar uma data e horário para perfumarem o ambiente. </p>
<p>A tecnologia não se limita em deixar o ambiente perfumado. Segundo a NTT, o objetivo também é aprimorar o conteúdo multimídia. Por exemplo, em vez de mandar uma mensagem de texto com caracteres imitando a imagem de um rosa, você pode incrementar sua mensagem com o aroma da flor.</p>
<p>O emissor de fragrâncias deve custar 195 dólares, mas ainda não há uma data definida de lançamento, informou a empresa.</p>
<p>Fonte: <a href="http://idgnow.uol.com.br/computacao_pessoal/2008/04/08/ntt-comunications-apresenta-telefone-movel-que-emite-fragrancias-1/">IDG Now!</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[La "Unidad de olores" a prueba]]></title>
<link>http://noticias4g.wordpress.com/?p=15</link>
<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 21:00:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>noticias4g</dc:creator>
<guid>http://noticias4g.wordpress.com/?p=15</guid>
<description><![CDATA[Después de satisfacer los sentidos del oído y de la vista mediante descarga de música y streams]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Después de satisfacer los sentidos del oído y de la vista mediante descarga de música y streams de vídeo, NTT Communications quiere hacer uso del sentido del olfato, permitiendo a los usuarios enviar fragancias desde sus teléfonos móviles.</p>
<p>Se realizará una prueba del nuevo servicio del día 10 al 20 de este mes que incluirá a veinte observadores que tendrán que emitir su valoración del sistema. Los usuarios podrán seleccionar y enviar recetas de fragancias a una "unidad de olores" que se encargará de mezclar y soltar los distintos olores. Cada unidad dispone de 16 cartuchos de esencias básicas a partir de las cuales, con las proporciones adecuadas podrá, al igual que hace una impresora con los colores, lograr la mezcla final deseada. </p>
<p>El primer paso que el usuario deberá hacer es seleccionar entre múltiples fragancias a través de un sitio de I-mode al cual se conectará mediante su teléfono móvil. A continuación se enviará por infrarrojos las ordenes al mezclador, el cual terminará emitiendo el olor deseado. </p>
<p>En el caso de que la distancia sea un problema, las instrucciones de la mezcla serán enviadas automáticamente por e-mail al servidor central de nuestra casa, el cual a su vez enviará a la "unidad de olores" la receta deseada. En este caso se puede establecer la hora de emisión de la fragancia, de tal modo que uno puede llegar a casa tras un largo día de trabajo y oler una relajante esencia de lavanda, por ejemplo.</p>
<p>También se podrán crear en un futuro olores personalizados, siendo las recetas hechas y compartidas por los propios usuarios. NTT espera que esta "unidad de olores" cueste entorno a los 120€ si es finalmente lanzada al mercado, y que cada cartucho costará unos 10€.</p>
<p>¿Os imagináis la repercusión que podría tener este artilugio en, por ejemplo la publicidad de perfumes, si lo uniesemos con el televisor? ¿Sería realmente útil? ¿Quizá un poco agresivo?</p>
<p>Fuente: <a href="http://news.yahoo.com/s/infoworld/97640">Yahoo</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pantai Lasiana, Riwayatmu Kini ]]></title>
<link>http://eddymesakh.wordpress.com/?p=242</link>
<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 19:57:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>eddymesakh</dc:creator>
<guid>http://eddymesakh.wordpress.com/?p=242</guid>
<description><![CDATA[* Objek Wisata Potensial yang Terbengkalai
KETIKA masih kanak-kanak, akhir tahun 1970-an, saya masih]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>* Objek Wisata Potensial yang Terbengkalai</strong></p>
<div><a title="matahari-terbenam-di-pantai-lasiana.gif" rel="attachment wp-att-247" href="http://eddymesakh.wordpress.com/2008/04/01/pantai-lasiana-riwayatmu-kini/attachment/247/"><img src="http://eddymesakh.wordpress.com/files/2008/04/matahari-terbenam-di-pantai-lasiana.gif" alt="matahari-terbenam-di-pantai-lasiana.gif" width="257" height="342" align="right" /></a><strong>KETIKA</strong> masih kanak-kanak, akhir tahun 1970-an, saya masih sempat menikmati  indahnya Pantai Lasiana, kampung halamanku. Pantai berjarak 11 kilometer ke arah timur Kota Kupang, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), ini sejak lama menjadi tujuan wisata sebagian besar warga kota. Bahkan menarik bagi pelancong dari berbagai kota lain di NTT.</div>
<p>Awal hingga pertengahan tahun 1980-an, Pantai Lasiana banyak dikunjungi turis asing dari Jerman, Australia, Inggris, dan Amerika Serikat. Hampir setiap minggu mereka berenang dan berselancar di  teluk dengan garis pantai yang melengkung sepanjang kira-kira 1 kilometer. Atau berjemur di bawah terik matahari pada permukaan pasir putih.<br />
Itulah masa keemasan Pantai Lasiana. Kala itu, lingkungannya juga masih sangat alami. Di sisi timur terdapat hutan mangrove (bakau) yang tumbuh rapat. Di dalamnya terdapat aneka satwa, mulai dari burung bangau di atas pepohonan maupun kepiting, ikan, udang, ular, dan sebagainya di dasar hutan. Demikian pula di ujung barat.<br />
Mulai awal tahun 1990-an, perlahan-lahan hutan bakau semakin tipis dan akhirnya nyaris habis sama sekali di awal tahun 2000. Di sebelah timur dibabat oleh investor yang katanya ingin membangun hotel dan resort di situ. Sedangkan di sebelah barat digunduli ketika ada even <em>duel meet moto-cross </em>Indonesia-Australia pada tahun 1995.<br />
Seiring menipisnya mangrove, karang laut di ujung timur dan barat Pantai Lasiana pun perlahan ikut mati hingga akhirnya nyaris musnah. Karang laut mati akibat tertimbun lumpur yang langsung  masuk laut karena vegetasi yang tadinya berfungsi sebagai saringan sudah tiada. Belum lagi penggalian karang laut untuk dijadikan kapur dan penambangan pasir di tepi pantai sekitar tahun 1980-an.<a title="pantai-lasiana.gif" rel="attachment wp-att-244" href="http://eddymesakh.wordpress.com/2008/04/01/pantai-lasiana-riwayatmu-kini/attachment/244/"><img src="http://eddymesakh.wordpress.com/files/2008/04/pantai-lasiana.gif" alt="pantai-lasiana.gif" width="421" height="184" align="left" /></a><br />
Abrasi tak terhindarkan. Ratusan atau bahkan ribuan pohon kelapa yang sebelumnya memadati pinggiran pantai, perlahan habis karena tumbang dihantam ombak besar ketika badai. Terparah pada Desember 1990 hingga Januari 1991, dimana terjadi badai besar yang belum pernah kulihat sebelumnya. Ombak setinggi lebih dari 5 atau 6 meter bahkan mampu merobohkan "Batu Nona". Ini adalah batu karang setinggi kira-kira 15 meter yang bentuknya menyerupai perempuan sedang berdiri sambil melambaikan tangan. Kini si "Nona" telah "tertidur" dan semakin terbenam, tertimbun pasir.</p>
<p>Dalam masa sekitar 20 tahun, bibir pantai telah 'merangsek' hampir 500 meter ke daratan. Maka pantai yang indah  dan sangat alami di era 70-80-an itu, kini menjadi pantai yang gersang seperti tak terawat.<br />
Rusaknya vegetasi dan karang laut itu berbanding lurus dengan semakin sedikitnya hasil tangkapan nelayan setempat. Nelayan tradisional dengan peralatan tangkap "bagan", yang dulunya mampu menghasilkan berton-ton ikan hanya dalam semalam, kini kehilangan penghasilan. Mendapat satu ember ikan teri (kira-kira 30 kg) saja sudah terhitung banyak. Ikan karang berwarna-warni, akar bahar, dan aneka jenis rumput laut  juga tinggal sedikit.<br />
Kendati sudah sehancur itu, Pantai Lasiana tetap menjadi tujuan wisata terfavorit bagi warga Kota Kupang hingga saat ini. Setiap minggu ribuan orang bertamasya ke pantai ini. Terutama pada hari Minggu dan hari libur nasional,  pantai ini pasti dipenuhi wisatawan yang datang untuk mandi dan berenang atau menikmati sedapnya jagung bakar, pisang epeh, dan kelapa muda.  Mungkin lantaran minimnya fasilitas rekreasi di "kot<a title="wisatawan-lokal.gif" rel="attachment wp-att-249" href="http://eddymesakh.wordpress.com/2008/04/01/pantai-lasiana-riwayatmu-kini/attachment/249/"><img src="http://eddymesakh.wordpress.com/files/2008/04/wisatawan-lokal.gif" alt="wisatawan-lokal.gif" align="right" /></a>a karang" nan gersang itu.<br />
Namun karena itu pula, Pemerintah Kota Kupang berusaha menyelamatkan pantai itu dengan membangun tanggul-tanggul pemecah ombak. Sepanjang bibir pantai dibangun tanggul beton setinggi kira-kira setengah meter. Sementara di ujung barat dibangun tanggul pemecah ombak setinggi dua meter yang menjorok masuk ke laut, kira-kira sepanjang 800 meter.<br />
Toh semua itu tak mengembalikan 'wajah' Pantai Lasiana seperti sediakala. Karena keunggulan pantai itu di era 1970-an hingga 1980-an terletak pada vegetasi dan indahnya karang di dasar laut.</p>
<p>Banyak fasilitas yang pernah dibangun pemerintah Provinsi NTT di sana. Seperti kolam renang, <em>home stay </em>(semacam cottage), dan sebagainya. Namun semuanya tak terurus dan dibiarkan terbengkalai hingga akhirnya rusak dengan sendirinya. Pembangunan fasilitas itu seperti hanya untuk menghabiskan anggaran saja. Tidak ada yang bisa dinikmati oleh wisatawan. Padahal anggaran yang dikucurkan mencapai ratusan juta atau mungkin miliaran rupiah.</p>
<p>Pantai yang dahulunya sangat indah itu terus mengalami kemunduran. Seandainya masyarakat bisa digerakkan untuk menumbuhkan kembali vegetasinya, keindahan pantai itu pasti bisa kembali seperti sediakala.<br />
Peran pemda setempat juga sangat dibutuhkan. Misalnya mengajak investor untuk mengembangkan objek wisata potensial itu dengan berbagai tawaran insentif. Misalnya tidak ditarik pajak dalam tempo 25 tahun dan memberikan kemudahan dalam perizinan investasi. Sayangnya pemda setempat tak pernah mampu melakukannya.  Potensi wisata itu tak pernah secara khusus dan serius "dijual" kepada investor.<br />
<a title="sandal-jepit.gif" rel="attachment wp-att-248" href="http://eddymesakh.wordpress.com/2008/04/01/pantai-lasiana-riwayatmu-kini/attachment/248/"><img src="http://eddymesakh.wordpress.com/files/2008/04/sandal-jepit.gif" alt="sandal-jepit.gif" width="295" height="223" align="left" /></a>Memang ada 'sedikit' persoalan pemilikan lahan dengan warga setempat. Namun sesungguhnya itu bukan <span>crucial point</span>-nya. Kegagalan mengembangkan potensi wisata itu lebih karena ketidakmampuan pengelolaan serta lemahnya mental <em>entrepreneurship</em> yang dimiliki pemerintah daerah, sejak masih menjadi wilayah Pemerintah Kabupaten Kupang, hingga masuk wilayah Pemerintah Kota Kupang.</p>
<p>Dalam kondisi yang sudah rusakpun, Pantai Lasiana masih menyimpan pesona. Permukaan pasirnya datar dengan kemiringan hanya sekitar 5-10 persen, sangat cocok untuk bermain sepakbola pantai. Pasirnya putih bersih dan bercahaya ketika tertimpa cahaya. Dasar lautnya berpasir, bukan lumpur, sebagaimana kebanyakan pantai di Pulau Timor. Sehingga airnya selalu jernih. Inilah yang membuat wisatawan paling suka mandi dan berenang di pantai ini. Menariknya, dari pantai ini, orang bisa menyaksikan <em>sunrise </em>sekaligus <em>sunset</em>. Jadi, indahnya matahari terbit dan terbenam bisa dinikmati sekaligus.<br />
Di tepi pantai masih terdapat ratusan pohon "tuak" alias pohon lontar berbaris tegak. Pohon-pohon ini secara rutin disadap untuk diambil niranya atau disebut "iris tuak" oleh orang Kupang. Aktivitas iris tuak oleh warga suku Rote, ini menjadi suguhan menarik, karena sekaligus sebagai "atraksi" pariwisata tanpa perlu agenda khusus yang menelan biaya. Turis bisa menikmati sedapnya nira lontar atau "tuak" dalam istilah orang Rote, yang baru disadap. Rasanya manis, asam, dan agak sepat. Akh, sulit menjelaskannya dengan kata-kata. Apalagi nira yang baru disadap, warnanya agak merah dan rasanya<a title="pohon-lontar-di-lasiana.gif" rel="attachment wp-att-243" href="http://eddymesakh.wordpress.com/2008/04/01/pantai-lasiana-riwayatmu-kini/attachment/243/"><img src="http://eddymesakh.wordpress.com/files/2008/04/pohon-lontar-di-lasiana.gif" alt="pohon-lontar-di-lasiana.gif" width="241" height="321" align="right" /></a> sangat manis, seperti air gula.<br />
Hasil sadapan nira atau tuak itu dimasak di tungku tanah menggunakan periuk tanah. Hasilnya adalah gula lontar yang manis rasanya. Aktivitas ini bisa menjadi "jualan" menarik bagi turis asing.<br />
Andai ada investor yang bisa diajak untuk mengembangkan Pantai Lasiana, akan ada banyak benefit yang bisa diperoleh. Di antaranya,<em> pertama</em>, warga Kota Kupang bisa menikmati tempat rekreasi yang representatif. <em>Kedua, </em>Kota Kupang memiliki sebuah lokasi pariwisata yang benar-benar bisa diandalkan sekaligus menambah pundi-pundi pendapatan asli daerah.<em> Ketiga</em>, tingkat perekonomian masyarakat setempat bisa ditingkatkan. <em>Keempat</em>, dengan vegetasi (hutan mangrove) yang sudah dipulihkan (mungkin 10 tahun ke depan), hasil tangkapan nelayan setempat bisa kembali meningkat. Tapi siapa yang bisa menjual potensi itu?(*)</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
