<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>sadar &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/sadar/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "sadar"</description>
	<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 03:01:03 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Sadarkah anda?]]></title>
<link>http://glamnation.wordpress.com/?p=40</link>
<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 02:42:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>nkusuma6210</dc:creator>
<guid>http://glamnation.wordpress.com/?p=40</guid>
<description><![CDATA[Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena
kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena<br />
kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi<br />
pandanglah semua itu kedepan, pandanglah masa depan<br />
kita.</p>
<p>Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di<br />
kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari dua<br />
buah sisi. Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik<br />
dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.</p>
<p>Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita.<br />
Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap<br />
kaya. Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa<br />
mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita.Dan apa<br />
yang anda pikiran dalam otak anda jauh lebih berharga<br />
dari pada emas dan perhiasan.</p>
<p>Kita lahir dengan 2 mata, 2 telinga tapi kita hanya<br />
diberi 1 buah mulut.<br />
Karena mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut<br />
bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa mengoda, dan<br />
banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga<br />
ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan<br />
dengarlah sebanyak-banyaknya.</p>
<p>Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga<br />
kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian<br />
cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling<br />
dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa<br />
kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang<br />
lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.</p>
<p>Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan<br />
menemukan cinta yang jauh lebih indah.</span><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[COPET ?]]></title>
<link>http://tenanghati.wordpress.com/?p=89</link>
<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 23:06:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>bembyrudiansyah</dc:creator>
<guid>http://tenanghati.wordpress.com/?p=89</guid>
<description><![CDATA[Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, per]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-90" src="http://tenanghati.wordpress.com/files/2008/08/copet.jpg?w=104" alt="" width="104" height="96" />Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. Al Hadiid : 57)</p>
<p>Dari pinggir kaca nako, di antara celah kain gorden, saya melihat lelaki itu mondar-mandir di depan rumah. Matanya berkali-kali melihat ke rumah saya.Tangannya yang dimasukkan ke saku celana, sesekali mengelap keringat di keningnya. Dada saya berdebar menyaksikannya. Apa maksud remaja yang bisa jadi umurnya tak jauh dengan anak sulung saya yang baru kelas 2 SMU itu?</p>
<p>Melihat tingkah lakunya yang gelisah, tidakkah dia punya maksud buruk dengan keluarga saya? Mau merampok? Bukankah sekarang ini orang merampok tidak lagi mengenal waktu? Siang hari saat orang-orang lalu-lalang pun penodong bisa beraksi, seperti yang banyak diberitakan koran. Atau dia punya masalah dengan Yudi, anak saya? Kenakalan remaja saat ini tidak lagi enteng. Tawuran telah menjadikan puluhan remaja meninggal. Saya berdoa semoga lamunan itu salah semua.</p>
<p>Tapi mengingat peristiwa buruk itu bisa saja terjadi, saya mengunci seluruh pintu dan jendela rumah. Di rumah ini, pukul sepuluh pagi seperti ini, saya hanya seorang diri. Kang Yayan, suami saya, ke kantor. Yudi sekolah, Yuni yang se! kolah sore pergi les Inggris, dan Bi Nia sudah seminggu tidak masuk.</p>
<p>Jadi kalau lelaki yang selalu memperhatikan rumah saya itu menodong, saya bisa apa? Pintu pagar rumah memang terbuka. Siapa saja bisa masuk. Tapi mengapa anak muda itu tidak juga masuk? Tidakkah dia menunggu sampai tidak ada orang yang memergoki? Saya sedikit lega saat anak muda itu berdiri di samping tiang telepon. Saya punya pikiran lain. Mungkin dia sedang menunggu seseorang, pacarnya, temannya, adiknya,atau siapa saja yang janjian untuk bertemu di tiang telepon itu. Saya memang tidak mesti berburuk sangka seperti tadi. Tapi di zaman ini, dengan peristiwa-peristiwa buruk, tenggang rasa yang semakin menghilang, tidakkah rasa curiga lebih baik daripada lengah?</p>
<p>Saya masih tidak beranjak dari persembunyian, di antara kain gorden, di samping kaca nako. Saya masih was-was karena anak muda itu sesekali masih melihat ke rumah. Apa maksudnya? Ah, bukankah banyak pertanyaan di dunia ini yang tidak ada jawabannya.</p>
<p>Terlintas di pikiran saya untuk menelepon tetangga. Tapi saya takut jadi ramai. Bisa-bisa penduduk se-kompleks mendatangi anak muda itu. Iya kalau anak itu ditanya-tanya secara baik, coba kalau belum apa-apa ada yang memukul. Tiba-tiba anak muda itu membalikkan badan dan masuk ke halaman rumah. Debaran jantung saya mengencang kembali. Saya memang mengidap penyakit jantung. Tekad saya untuk menelepon tetangga sudah bulat, tapi kaki saya tidak bisa melangkah. Apalagi begitu anak muda itu mendekat, saya ingat, saya pernah melihatnya dan punya pengalaman buruk dengannya. Tapi anak muda itu tidak lama di teras rumah. Dia hanya memasukkan sesuatu ke celah di atas pintu dan bergegas pergi. Saya masih belum bisa mengambil benda itu karena kaki saya masih lemas.</p>
<p>***<br />
Saya pernah melihat anak muda yang gelisah itu di jembatan penyeberangan, entah seminggu atau dua minggu yang lalu. Saya pulang membeli bumbu kue waktu itu, Tiba-tiba di atas jembatan penyeberangan, saya ada yang menabrak, saya hampir jatuh. Si penabrak yang tidak lain adalah anak muda yang gelisah dan mondar-mandir di depan rumah itu, meminta maaf dan bergegas mendahului saya. Saya jengkel, apalagi begitu sampai di rumah saya tahu dompet yang disimpan di kantong plastik, disatukan dengan bumbu kue, telah raib.<br />
Dan hari ini, lelaki yang gelisah dan si penabrak yang mencopet itu, mengembalikan dompet saya lewat celah di atas pintu. Setelah saya periksa, uang tiga ratus ribu lebih, cincin emas yang selalu saya simpan di dompet bila bepergian, dan surat-surat penting, tidak ada yang berkurang. Lama saya melihat dompet itu dan melamun. Seperti dalam dongeng. Seorang anak muda yang gelisah, yang siapa pun saya pikir akan mencurigainya, dalam situasi perekonomian yang morat-marit seperti ini, mengembalikan uang yang telah digenggamnya. Bukankah itu ajaib, seperti dalam dongeng. Atau hidup ini memang tak lebih dari sebuah dongengan?</p>
<p>Bersama dompet yang dimasukkan ke kantong plastik hitam itu saya menemukan surat yang dilipat tidak rapi. Saya baca surat yang berhari-hari kemudian tidak lepas dari pikiran dan hati saya itu. Isinya seperti ini:</p>
<p>***<br />
“Ibu yang baik, maafkan saya telah mengambil dompet Ibu. Tadinya saya mau mengembalikan dompet Ibu saja, tapi saya tidak punya tempat untuk mengadu, maka saya tulis surat ini, semoga Ibu mau membacanya. Sudah tiga bulan saya berhenti sekolah. Bapak saya di-PHK dan tidak mampu membayar uang SPP yang berbulan-bulan sudah nunggak, membeli alat-alat sekolah dan memberi ongkos. Karena kemampuan keluarga yang minim itu saya berpikir tidak apa-apa saya sekolah sampai kelas 2 STM saja. Tapi yang membuat saya sakit hati, Bapak kemudian sering mabuk dan judi buntut yang beredar sembunyi-sembunyi itu.<br />
Adik saya yang tiga orang, semuanya keluar sekolah. Emak berjualan goreng-gorengan yang dititipkan di warung-warung. Adik-adik saya membantu mengantarkannya. Saya berjualan koran, membantu-bantu untuk beli beras. Saya sadar, kalau keadaan seperti ini, saya harus berjuang lebih keras. Saya mau melakukannya. Dari pagi sampai malam saya bekerja. Tidak saja jualan koran, saya juga membantu nyuci piring di warung nasi dan kadang (sambil hiburan) saya ngamen. Tapi uang yang pas-pasan itu (Emak sering gagal belajar menabung dan saya maklum), masih juga diminta Bapak untuk memasang judi kupon gelap. Bilangnya nanti juga diganti kalau angka tebakannya tepat. Selama ini belum pernah tebakan Bapak tepat. Lagi pula Emak yang taat beribadah itu tidak akan mau menerima uang dari hasil judi, saya yakin itu.</p>
<p>Ketika Bapak semakin sering meminta uang kepada Emak, kadang sambil marah-marah dan memukul, saya tidak kuat untuk diam. Saya mengusir Bapak. Dan begitu Bapak memukul, saya membalasnya sampai Bapak terjatuh-jatuh. Emak memarahi saya sebagai anak laknat. Saya sakit hati. Saya bingung. Mesti bagaimana saya?</p>
<p>Saat Emak sakit dan Bapak semakin menjadi dengan judi buntutnya, sakit hati saya semakin menggumpal, tapi saya tidak tahu sakit hati oleh siapa. Hanya untuk membawa Emak ke dokter saja saya tidak sanggup. Bapak yang semakin sering tidur entah di mana, tidak perduli. Hampir saya memukulnya lagi.</p>
<p>Di jalan, saat saya jualan koran, saya sering merasa punya dendam yang besar tapi tidak tahu dendam oleh siapa dan karena apa. Emak tidak bisa ke dokter. Tapi orang lain bisa dengan mobil mewah melenggang begitu saja di depan saya, sesekali bertelepon dengan handphone. Dan di seberang stopan itu, di warung jajan bertingkat, orang-orang mengeluarkan ratusan ribu untuk sekali makan.</p>
<p>Maka tekad saya, Emak harus ke dokter. Karena dari jualan koran tidak cukup, saya merencanakan untuk mencopet. Berhari-hari saya mengikuti bus kota, tapi saya tidak pernah berani menggerayangi saku orang. Keringat dingin malah membasahi baju. Saya gagal jadi pencopet. Dan begitu saya melihat orang-orang belanja di toko, saya melihat memasukkan dompet ke kantong plastik. Maka saya ikuti Ibu. Di atas jembatan penyeberangan, saya pura-pura menabrak Ibu dan cepat mengambil dompet. Saya gembira ketika mendapatkan uang 300 ribu lebih.</p>
<p>Saya segera mendatangi Emak dan mengajaknya ke dokter. Tapi Ibu, Emak malah menatap saya tajam. Dia menanyakan, dari mana saya dapat uang. Saya sebenarnya ingin mengatakan bahwa itu tabungan saya, atau meminjam dari teman. Tapi saya tidak bisa berbohong. Saya mengatakan sejujurnya, Emak mengalihkan pandangannya begitu saya selesai bercerita.</p>
<p>Di pipi keriputnya mengalir butir-butir air. Emak menangis. Ibu, tidak pernah saya merasakan kebingungan seperti ini Saya ingin berteriak. Sekeras-kerasnya. Sepuas-puasnya. Dengan uang 300 ribu lebih sebenarnya saya bisa makan-makan, mabuk, hura-hura. Tidak apa saya jadi pencuri. Tidak perduli dengan Ibu, dengan orang-orang yang kehilangan. Karena orang-orang pun tidak perduli kepada saya. Tapi saya tidak bisa melakukannya. Saya harus mengembalikan dompet Ibu. Maaf.”</p>
<p>***<br />
Surat tanpa tanda tangan itu berulang kali saya baca. Berhari-hari saya mencari-cari anak muda yang bingung dan gelisah itu. Di setiap stopan tempat puluhan anak-anak berdagang dan mengamen. Dalam bus-bus kota. Di taman-taman. Tapi anak muda itu tidak pernah kelihatan lagi. Siapapun yang berada di stopan, tidak mengenal anak muda itu ketika saya menanyakannya.<br />
Lelah mencari, di bawah pohon rindang, saya membaca dan membaca lagi surat dari pencopet itu. Surat sederhana itu membuat saya tidak tenang. Ada sesuatu yang mempengaruhi pikiran dan perasaan saya. Saya tidak lagi silau dengan segala kemewahan. Ketika Kang Yayan membawa hadiah-hadiah istimewa sepulang kunjungannya ke luar kota, saya tidak segembira biasanya.Saya malah mengusulkan oleh-oleh yang biasa saja. Kang Yayan dan kedua anak saya mungkin aneh dengan sikap saya akhir-akhir ini. Tapi mau bagaimana, hati saya tidak bisa lagi menikmati kemewahan. Tidak ada lagi keinginan saya untuk makan di tempat-tempat yang harganya ratusan ribu sekali makan, baju-baju merk terkenal seharga jutaan, dan sebagainya.</p>
<p>Saya menolaknya meski Kang Yayan bilang tidak apa sekali-sekali. Saat saya ulang tahun, Kang Yayan menawarkan untuk merayakan di mana saja. Tapi saya ingin memasak di rumah, membuat makanan, dengan tangan saya sendiri. Dan siangnya, dengan dibantu Bi Nia, lebih seratus bungkus nasi saya bikin. Diantar Kang Yayan dan kedua anak saya, nasi-nasi bungkus dibagikan kepada para pengemis, para pedagang asongan dan pengamen yang banyak di setiap stopan.</p>
<p>Di stopan terakhir yang kami kunjungi, saya mengajak Kang Yayan dan kedua anak saya untuk makan bersama. Diam-diam air mata mengalir dimata saya. Yuni menghampiri saya dan bilang, “Mama, saya bangga jadi anak Mama.” Dan saya ingin menjadi Mama bagi ribuan anak-anak lainnya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kita Menang jadi logo?]]></title>
<link>http://dh25ila.wordpress.com/?p=71</link>
<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 11:19:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>dhila</dc:creator>
<guid>http://dh25ila.wordpress.com/?p=71</guid>
<description><![CDATA[Tau ngga si loo??
Tadi pagi gw ngegambar si ibu &#8220;kita menang&#8221; di secarik kertas. Udah gi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Tau ngga si loo??</p>
<p>Tadi pagi gw ngegambar si ibu "kita menang" di secarik kertas. Udah gitu, malah diambil a.k.a direbut ama ilman, anak aneh yang duduk depan gw, dan temennya Luthfan yang juga aneh. Mereka itu anak rohani. Tapi jailnye minta <span style="text-decoration:line-through;">ampun</span> dihajar. Mana pas diambil langsung dibawa kabur lagi, katanya dijadiin logo kelas. Gw kejar tu anak, tapi didepan tu waktu pengejaran masi ada gutu TIK, Pa Muharam. Gw takyutnya, mau ditunjukkin ke Pa Muh itu. Pokoknya ngga jadi weh.</p>
<p>Siangnya, saat bel pulang sudah berbunyi, kelas gw ngadain kerja bakti. Beres" kelas aja deh, biar bersih gitu lo. Tapi gw si kerjanya cuma mundurin ama ngerapiin bangku doang. Udah gitu kabur ke Alma, mau beli LKS ama Peta Dunia.</p>
<p>Pas di Alma, selese beli buku, datanglah Chaterina Pratama a.k.a Kitkat. Dengan tergopoh-gopoh dia bilang ke gw, "Eh, dil. Tadi udah ada logo kelass hh..hh..". "Kaia gimana?" tanya gw, si anak baik, rajin belajar, pintar nan cerdik, lihai nan kilat, pinter ngeles. "ittuh..kita menang." Hua? Gw ngga percaya. Yaudah, pergi we.</p>
<p>Disebabkan perut gw sudah nyanyi jaipongan, temennya keroncongan. Makan deh di KFC dago, makan makanan sampah (junkfood maksudnya). Terus ada sms, berisi "Eh dila, tau ngga gambar kita menang di jadiin logo+dipajang+dipigura." HAAAAA???? Gambar aneh nan artistik (menurut gw) dan udah gw buang ke tong sampah tapi diambil lagi ama Luthfan (biasa, jiwa pemulung *ngga deng luthfan, becanda) dijadiin logo kelas?</p>
<p>Gw ngga percaya. Gw ngga liat sih ke kelas. Tapi gw yakin, mereka tadi terhipnotis, jadi mereka ngga sadar ngejadiin gambar bau sampah itu dijadiin logo, pas besok mereka sadar, mereka pasti langsung buang gambar gw yang udah gw tandatanganin minkymomo, ke tempat sampah.</p>
<p>Gw tau pasti, mereka akan sadar, besok pagi.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[How did we really spend the holidays?]]></title>
<link>http://keepingtrackalways.wordpress.com/?p=416</link>
<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 20:07:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sid</dc:creator>
<guid>http://keepingtrackalways.wordpress.com/?p=416</guid>
<description><![CDATA[I still remember the date.. It was April 29 (or was it April 27?).. Yeah.. That is when we finished ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>I still remember the date.. It was April 29 (or was it April 27?).. Yeah.. That is when we finished off the last of the much dreaded 'competitive exams' , the A.I.E.E.E. exam.. But, lets not go into that.. </p>
<p>It was time for partying and partying we did.. We went to the Taj two times, the Taj Nature Walk three times, and Sadar every two days.. I calculated that, on an average, I was out of my home for about 7 hours daily.. But, that is not a big deal.. After all, it was our right to spend every waking moment on blackjack and softdrinks.. </p>
<p>There were quite a few farewells, and some birthdays in between.. </p>
<p>Then, there was the usual scooter-trash roaming around, lots and lots of photographs..<br />
Some tension regarding the admission to colleges/coaching classes.. Stuff like that..</p>
<p>And yeah, we did go to some trashy movies now and then..</p>
<p>But, my question is, what is it that we really did?</p>
<p>Okay, we did all of the things written above <strong>and </strong>some of us started blogging but where's the crazy stuff in there? What is it that was unusual? </p>
<p>I don't know the answer.. I wrote this post for the sake of writing a post..</p>
<p>But, you know, one of the many wild, wild ideas in my brain as to how we could've spent these holidays is, we could've shot some videos.. like the ones they have on College Humor (Click <a href="http://www.collegehumor.com/chtv" target="_blank">here</a> to view them..).. These are fun videos.. We could've shot them effortlessly.. Like I told you, these are wild, wild ideas..</p>
<p>Then, there's this site called <a href="http://revision3.com/" target="_blank">Revision3</a>, another great site for some neat entertainment..</p>
<p>Not many people know this, but College Humor was started by two high school pals, studying in different colleges, to stay in touch with each other and exchange some real great stuff..</p>
<p>Like I told you, these are wild, wild ideas..In fact, I've got some more of them which I'll post soon..</p>
<p>College's gonna start real soon..  :p .. I don't know if I'm happy about that or really depressed about that.. I haven't figured that out but now that they're over, I can't wait for the next holiday season..</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MENGELUH]]></title>
<link>http://plynux.wordpress.com/?p=39</link>
<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 06:41:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>plynux</dc:creator>
<guid>http://plynux.wordpress.com/?p=39</guid>
<description><![CDATA[Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita  gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita  gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita  praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak  sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan mengenai  pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, dan berbagai macam  hal lainnya.</p>
<p>Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling berlomba  untuk   memamerkan keluhan  kami masing-masing seolah-olah siapa  yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat.</p>
<p>'Boss gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian  aja suruh gue nginep di kantor!'</p>
<p>'Kerjaan   gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan  'job-des' gue'</p>
<p>'Anak buah gue memang bego,  disuruh apa-apa salah melulu'.</p>
<p>Kita  semua melakukan  hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya. Tahukah Anda  semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal  tersebut.  Sebagai  contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah  beberapa kali dia pindah kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya. Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau  rekan sekerjanya.</p>
<p>Seperti  yang  bisa  kita  lihat  bahwa  terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat  diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak  mengeluh.</p>
<p>Mengeluh  adalah  hal  yang sangat mudah  dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran  positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda  akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi  seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati  dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita  memiliki lebih banyak teman &#38; tdk akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan  adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita   kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu  bersyukur.</p>
<p>Saya percaya bahwa dibalik semua hal yg  kita keluhkan PASTI ADA hal yg dapat kita  syukuri. Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda.</p>
<p>Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia ? Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidakbekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan  penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra.</p>
<p>Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan. Bersyukurlah karena Anda  telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin  dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan  promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.</p>
<p>Bersyukurlah lebih  banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah  dan keberuntungan senantiasa  selalu bersama Anda, karena Anda  dapat melihat hal-hal  yang  selama  ini  mungkin  luput  dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk  mengeluh.</p>
<p><strong>Try it now:</strong></p>
<p><strong>1.  Bersyukurlah  setiap  hari  setidaknya  satu  kali sehari.<br />
Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda,  keluarga Anda atau apapun  yang  dapat  Anda   syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk  bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.</strong></p>
<p><strong>2.  Jangan  mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal  berikut  ini...  Tutuplah  mata  Anda,  tarik  nafas   panjang, tahan  sebentar  dan  kemudian  hembuskan  pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata  Anda,  tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda  akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.</strong></p>
<p><strong>3.   Biasakan  diri  untuk  tidak  ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama  teman-teman  yang sedang  mengeluh dan beri  tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu  berpikir positif dan lihatlah perubahan  dalam   hidup  Anda. 'Semakin banyak Anda bersyukur kepada  Tuhan  atas  apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang  akan Anda miliki untuk disyukuri.'</strong></p>
<p>( post by plynux at 08-August-08 )</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dan Akhirnya Aku Tersadar...]]></title>
<link>http://pakisbintaro.wordpress.com/?p=59</link>
<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 14:27:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>pakisbintaro</dc:creator>
<guid>http://pakisbintaro.wordpress.com/?p=59</guid>
<description><![CDATA[
Tulisan ini adalah sebuah surat yang dikirimkan oleh salah seorang wanita yang mengisahkan kisah se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;                                                                                                                                            &#60;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal">Tulisan ini adalah sebuah surat yang dikirimkan oleh salah seorang wanita yang mengisahkan kisah seorang korban dari sekian banyak korban pacaran, dan menjelaskan betapa jauh pengaruhnya terhadap dirinya, serta bagaimana para pelamar memalingkan padangan mereka darinya disaat mengetahui akan pamornya yang jelak, sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala meyelamatkannya dari jalan yang gelap gulita serta memberikannya petunjuk untuk taat pada perintah-perintah-Nya. Dia berkomentar dalam suratnya ini dengan mengatakan:</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>“Aku mengirimkan surat ini kepadamu karena aku merasa surat ini pantasuntuk disebar luaskan, sebab surat ini menjelaskan sampai sejauh mana bencana yang menimpa sebagian gadis di bawah slogan emansipasi dan pacaran!!! Akan tetapi yang menjadikan kita semakin bersedih adalah kejadian ini di dengardan di saksikan oleh para walinya. Aku tuliskan surat ini agar menjadi pelajaran bagi kaum laki-laki sebelum wanita, agar kaum laki-laki menjaga keluarga wanita mereka dan anak gadis mereka, agar tidak kehilangan harga diri dan terjatuh kedalam perangkap syaitan.</p>
<p class="MsoNormal"><!--more--></p>
<p class="MsoNormal">Korban ini, yang Allah Subhanahu wa Ta’ala selamatkan sebelum terjatuh kedalam jurang yang tak berdasar namanya F.A.Q, dia berkata:</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>“Aku dulu hidup dengan penuh kebebasan, sampai-sampai aku memiliki hubungan dengan para pemuda tetangga, dan aku membujuk mereka untuk berbicara denganku dan aku berlemah lembut kepada mereka.</p>
<p class="MsoNormal">Sungguh aku (waktu itu) sangat tidak punya rasa malu, aku menggunakan telephon untuk berhubungan dengan mereka. Sampai suatu saat ada seorang pemuda yang ketika melihatku langsung berkeinginan untuk melamarku. Akan tetapi ketika dia mendengarkan cerita tentang diriku sering disebut-sebut oleh pemuda lingkunganku, dia berpaling dariku dan memilih untuk menikah dengan adikku. Aku tidak sholat dan juga tidak menjalankan sedikitpun ajaran agama.</p>
<p class="MsoNormal">Pada suatu hari mobilu macet di tengah jalan, maka aku melambai-lambaikan tanganku dengan harapan agar ada mobil yang sudi unuk berhenti dan membantuku, aku lakukan hal ini beberapa lamanya.</p>
<p class="MsoNormal">Walaupun banyak pemuda yang berhenti dan turun, tetapi hanya untuk menikmati senyum dan memandangi tubuhku yang mirip telanjang. Di saat itu… ada sebuah mobil yang berhenti dan turunlah seorang pemuda yang biasa-biasa saja, tidak nampak padanya tanda-tanda orang yang beragama. Aku sangat terperanjat ketika dia tidak mau memadangiku dan hanya bekerja keras dan serius dalam membenahi mobilku.</p>
<p class="MsoNormal">Aku sangat keheranan karena dia tidak tergoda olehku dan juga tidak berusaha untuk merayuku sebagaimana dilakukan oleh para pemuda lainnya!? Maka aku berusaha untuk merayunya dan akupun tersenyum manis dihadapannya. Akan tetapi dia tetap tidak mau membalasnya. Dan ketika dia telah menyelesaikan pekerjaannya dan selesai dari memperbaiki mabilku, dia berkata kepadaku:’Semoga Allah melindungimu, dan hendaknya engkau menutup dirimu’. Kemudian dia pergi meninggalkan aku dalam keadaan terheran-heran melihatnya. Akupun bertanya-tanya pada diriku: Apa yang menyebabkan seorang pemuda belia yang jiwa muda dan kelelakiannya sedang memuncak tidak terfitnah denganku, bahkan dia menasehatiku agar aku menutup diriku?!</p>
<p class="MsoNormal">Di sepanjang jalan aku bertanya-tanya: Kekuatan apa yang menahan pemuda itu? Akupun terus memikirkan perkataannya kepadaku, apakah aku dalam kebenaran? Ataukah aku sedang meniti jalan kebinasaan? Aku tidak henti-hentinya keheranan, sampai akhirnya aku tiba dirumah, dan kebetulan pada hari itu tidak ada seorangpun yang dirumah.</p>
<p class="MsoNormal">Dan ketika aku masuk rumah, tidak berapa lama datanglah suami adikku yang dulu hendak menikahiku, lantas diapun bercanda denganku… Sebagaimana kebiasaanku, akupun meladeninya dengan lirikan dan kata-kata yang manis, sampai-sampai dia berusaha untuk menodaiku. Saat itulah aku tersadar, dan aku merasakan betapa hinanya diriku. Perasaan yang tidak pernah aku merasakan sebelumnya, akupun menangis. Aku berhasil lolos dari srigala ini dalam keadaan selamat badanku, akan tetapi jiwaku sakit. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan? Dan apa penghujung jalan yang sedang aku tempuh…?</p>
<p class="MsoNormal">Akupun berusaha untuk mencari pelarian dari jiwaku yang gundah… Aku tidak mendapatkan sesuatu yang dapat melupakanku dari kejadian tersebut pada film-film, lagu-lagu, atau kisah-kisah.</p>
<p class="MsoNormal">Sehingga aku jatuh sakit beberapa minggu, kemudian aku berkenalan dengan beberapa wanita yang taat beragama, dan salah seorang dari mereka menasehatkan kepadaku agar aku melaksanakan sholat.</p>
<p class="MsoNormal">Sungguh mengherankan, ketika pertama kali aku melakukan sholat, aku merasakan adanya ketenangan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Maka akupun rajin melaksanakan sholat dan menghadiri ceramah, membaca Al-Qur’an dan akupun mengenakan hijab (busana muslimah) yang syar’iy.</p>
<p class="MsoNormal">Sampai-sampai pada suatu hari keluargaku keheranan ketika melihatku sedang sholat. Semenjak itulah aku meniti jalan yang benar dan berdakwah di jalan Allah, akupun meninggalkan jalan kesesatan.</p>
<p class="MsoNormal">Sekarang aku memiliki jadwal ceramah tentang hakikat taubat, keutamaan Allah Azza wa Jalla dan kemurahan-Nya terhadap segenap hamba-Nya dengan memudahkan jalan hidayah untuk mereka… Segala puji hanya milik Allah yang dengan nikmat-Nya hal-hal kebaikan dapat terlaksana…”.</p>
<p class="MsoNormal">Sumber: Dlohiyah Mu’aakasah</p>
<p class="MsoNormal">http://abdurrahman.wordpress.com/2007/09/14/dan-akhirnya-aku-tersadar-dari-kelalaianku/#more-396</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tentang Iman]]></title>
<link>http://adcount.wordpress.com/?p=10</link>
<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 15:03:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>adcount</dc:creator>
<guid>http://adcount.wordpress.com/?p=10</guid>
<description><![CDATA[Membahas mengenai iman, khususnya dalam Islam yang dianut sebagian besar warga Negara Indonesia mema]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Membahas mengenai iman, khususnya dalam Islam yang dianut sebagian besar warga Negara Indonesia memang bukan hal mudah. Seperti yang telah disampaikan khotib khutbah Jum’at disalah satu masjid di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur siang ini. Khutbah selama kurang lebih 25 menit itu berisi kisah-kisah kekuatan iman dari para Sahabat Nabi, Pejuang Islam dan para mualaf, dimana mereka beriman atas pemahamannya terhadap Islam itu sendiri. Diceritakan bahwa betapa mantapnya kalimat syahadat yang telah mereka ikrarkan, hingga benar-benar tidak tergoyahkan atas alasan apapun. Bahkan mereka dapat memberikan kontribusi lebih terhadap Islam itu sendiri. Menyimak khutbah tersebut, spontan timbul pertanyaan yang juga menjadi pokok pertanyaan khutbah itu, sejauh mana kekuatan iman kita – sebagian besar umat islam di Indonesia – yang mana ‘beragama islam’ sejak lahir?</p>
<p>Tetapi, tidak hanya pertanyaan diatas yang timbul dalam pikiran saya. Saya jadi teringat mengenai pertanyaan seorang teman. Ia bertanya,”Tujuan agama untuk meraih kebahagian batin. Allah berfiman bahwa hanya satu agama yang benar. Lalu mengapa pendeta, pastur, biksu atau pemuka agama lain yang telah dianggap imam bagi jamaahnya atau telah sampai pada derajat tertinggi terlihat begitu bahagia batinnya?”. Sejak saat pertanyaan itu diajukan beberapa bulan lalu, saya tidak memiliki jawaban yang cukup jelas sampai saat khutbah siang tadi.</p>
<p>Jawabannya sebenarnya pada persepsi kita terhadap iman itu sendiri. Sejauh ini kita menganggap iman hanyalah sekedar ‘percaya’ saja. Padahal ‘iman’ lebih dari itu. Iman adalah mengenai keyakinan dan pola pikir. Dimana dalam hati dan pikiran kita sadar dan yakin sepenuhnya bahwa ada kekuatan yang Maha Besar yang memberi dan menopang hidup kita. Kesadaran dan keyakinan itu tertanam dan terwujud secara nyata terus menerus setiap detik waktu berjalan sepanjang hidup kita. Atas kesadaran dan keyakinan itu, tentu akan tercermin dalam sikap keseharian kita.</p>
<p>Kodrat kita sebagai manusia memang terus berupaya memenuhi nafsu, terkadang dengan berbagai cara. Hingga kesombongan, kesewenang-wenangan ataupun ketidaksopanan menjadi hal yang lumrah untuk pemenuhan nafsu tersebut. Tetapi, ketika kita menyadari serta meyakini ada kekuatan Yang Maha Besar darinya, yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya termasuk diri kita, tentu hati dan pikiran akan menimbang ulang setiap tindakan yang akan kita berbuat. Apakah pantas kita berbuat itu dan setujukah Yang Maha Besar jika berbuat itu? Bagaimana jika Ia tidak menyetujuinya? Dan berbagai pertanyaan lainnya. Karena pertimbangan itulah, akhirnya timbul sikap kerendahan hati, kesabaran, toleransi dan lain sebagainya. Dunia pun akan menjadi tempat pengabdian kita kepada-Nya. Kita akan selalu berupaya memenuhi kehendak-Nya, agar kita tidak dimurkai-Nya. Dengan begitu ketenangan atau bahkan kebahagiaan batin bukanlah hal yang mustahil akan kita rasakan karena kita sadar dan yakin telah ada kekuatan Yang Maha Besar dari apapun dialam semesta yang akan selalu melindungi setiap langkah kita.</p>
<p>Itulah mengapa para pemuka agama yang ditanyakan seorang teman diatas dapat merasakan kebahagiaan batin. Keyakinan dan pola pikir mereka tertanam iman, terlepas dari tata cara pengabdian yang mereka lakukan. Iman terhadap hal yang mereka imani sebagai kekuatan Yang Maha Besar yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya. Karena itu juga dalam Islam kita mengikrarkan Dua Kalimat Syahadat. Kalimat pertama merupakan Ikrar bahwa keyakinan dan pola pikir kita sepenuhnya hanya kepada Allah SWT. Kalimat Kedua merupakan Ikrar bahwa Muhammad adalah Rasulullah yang membawa risalah (tata cara pengabdian) dari ALLAH SWT. Kedua kalimat itu kita ikrarkan dan laksanakan untuk masuk ke dalam golongan orang-orang yang bertaqwa, tingkatan yang lebih tinggi daripada iman.</p>
<p>Semoga kita tergolong orang-orang yang beriman. Amin.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Just some pics from one of those infinite trips to Sadar...]]></title>
<link>http://keepingtrackalways.wordpress.com/?p=333</link>
<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 07:34:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sid</dc:creator>
<guid>http://keepingtrackalways.wordpress.com/?p=333</guid>
<description><![CDATA[Flying high...
Whenever we go to Sadar (or any other place, by the way), we almost certainly take ou]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[caption id="attachment_334" align="aligncenter" width="500" caption="Flying high..."]<a href="http://keepingtrackalways.files.wordpress.com/2008/07/a2.jpg"><img class="size-full wp-image-334" src="http://keepingtrackalways.wordpress.com/files/2008/07/a2.jpg" alt="Flying high..." width="500" height="447" /></a>[/caption]
<p>Whenever we go to Sadar (or any other place, by the way), we almost certainly take our cameras with us..<br />
But the problem with taking photographs there is that all of them look almost alike..</p>
<p>But I'm publishing some pics from our latest trip anyways.. Check em' out..</p>
<p>These were snapped yesterday, when Verma took us all on a little shopping trip..</p>
[caption id="attachment_335" align="aligncenter" width="500" caption="Inside one of Provogue&#39;s changing rooms.."]<img class="size-full wp-image-335" src="http://keepingtrackalways.wordpress.com/files/2008/07/a1.jpg" alt="Inside one of Provogue's changing rooms.." width="500" height="375" />[/caption]
<p>Here's one taken for no particular reason..</p>
[caption id="attachment_336" align="aligncenter" width="500" caption="Shashank, Rohit and Raju at the &#39;scooter-swapping&#39; junction.."]<img class="size-full wp-image-336" src="http://keepingtrackalways.wordpress.com/files/2008/07/a3.jpg" alt="Shashank, Rohit and Raju at the 'scooter-swapping' junction.." width="500" height="375" />[/caption]
<p>Here's the video:<br />
<span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/M0GsgGgJ23A'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/M0GsgGgJ23A&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kekuatan Pikiran Bawah Sadar]]></title>
<link>http://ceritabeta.wordpress.com/?p=14</link>
<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 13:29:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>dna09</dc:creator>
<guid>http://ceritabeta.wordpress.com/?p=14</guid>
<description><![CDATA[Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan nasib yang berarti. <!--more--></p>
<p>Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan tindakan. Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka diri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.</p>
<p>Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakan hingga berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyak melakukan hal-hal penting hinga kita tiba di zona baru, dimana kita berhasil mencapai target yang didambakan. Itulah mengapa dikatakan bahwa manusia mempunyai potensi yang sangat besar dalam pikiran bawah sadar. Kekuatan pikiran bawah sadar itu dapat dibangkitkan melalui 2 cara, yaitu: autosuggestion dan visualization.</p>
<p><strong>Autosuggestion</strong></p>
<p>Keinginan-keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiran bawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah sadar sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan diri kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Keinginan yang sangat besar dan terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang dinamakan autosuggestion.</p>
<p>Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya, melibatkan emosi dalam diri, dilakukan penuh konsentrasi terhadap obyek yang positif, dan berulang-ulang. Selanjutnya, pikiran bawah sadar inilah yang akan mendikte gerak-gerik tubuh kita. Kekuatan yang ditimbulkan oleh pikiran bawah sadar itu sangat dahsyat entah digunakan untuk melakukan perbuatan buruk atau baik. Kadangkala niat untuk melakukan sesuatu secara otomatis muncul dari pikiran bawah sadar.</p>
<p>Autosuggestion akan mengetuk kesadaran (heartknock). Karena dilakukan berulang-ulang dan rutin, suatu ketika kata-kata tersebut akan menembus pikiran bawah sadar. Lalu pikiran bawah sadar itupun memompa semangat. Energi itu dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan impian hidup kita.</p>
<p>Mungkin kegiatan autosuggestion ini akan dianggap aneh oleh orang lain. Tetapi itulah salah satu cara untuk mengubah diri dari dalam. Biasakan mendengar pola pikir positif dan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang konstruktif. Jadi jangan ragu untuk melakukan budaya-budaya yang potensial, menumbuhkan optimisme dan kreatifitas.</p>
<p>Ada 6 (P) petunjuk dalam melakukan autosuggestion, yaitu;<br />
- Positive	: pada saat melakukan autosuggestion, pikirkan hal-hal yang positif saja.<br />
- Powerful	: lakukan dengan penuh keyakinan sebab dapat memberikan kekuatan untuk      berbuat sesuatu yang luar biasa.<br />
- Precise : keinginan yang hendak dicapai harus sudah dapat dideskripsikan, karena pikiran bawah sadar hanya bisa menyusun berdasarkan kategori.<br />
- Present Tense: dalam bentuk keinginan saat ini, bukan keinginan di masa lalu atau akan        datang.<br />
- Personal	: lakukan perubahan positif terhadap diri sendiri terlebih dahulu.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[secuil]]></title>
<link>http://sapadunia.wordpress.com/?p=112</link>
<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 12:44:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>Indra Hadi</dc:creator>
<guid>http://sapadunia.wordpress.com/?p=112</guid>
<description><![CDATA[jumat malam 19.36 wib lantai 2 - kalibata
suasana malam tak begitu sepi ditemani senandung arman mau]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>jumat malam 19.36 wib lantai 2 - kalibata</p>
<p>suasana malam tak begitu sepi ditemani senandung arman maulana menyanyikan tembang lawas 'kuingin'.. ditemani pula sahabat2 OB yang kerja keras dari pagi sampai malam memastikan ruangan kantor selalu rapi dan jumlah gelas lengkap tak berkurang secuil pun.. dan tanpa mengeluh..</p>
<p>menatap jendela yang gelap.. langit hitam nyaris tanpa bintang.. semakin merasa kecil.. semakin sadar dunia mungkin tak akan pernah sadar kalo kita tak ada.. atau bahkan pernah ada..</p>
<p>seringkali berpikir buat mereka para manusia yang terlalu angkuh bercerita tentang dirinya kepada dunia.. betapa hebatnya.. betapa pintarnya.. bertingkah laksana raja segala padahal hanya berkuasa sesaat di ruang 2 x 2 meter yang dibatasi partisi setengah dada..</p>
<p>mereka mungkin lupa.. begitu juga mungkin saya.. kita terlalu kecil untuk berani berbangga dengan apa yang kita punya.. apa yang kita pernah raih.. karena semua itu hanya sekejap.. sesaat pun kan melesap pergi tak berbekas.. nama besar yang pernah kita raih dengan sekuat daya mungkin terngiang di telinga sejagad umat hanya sekilas dan semua pun mulai melupa..</p>
<p>seharusnya kita berjalan dengan sadar diri dan apa adanya.. menyadari bahwa kita adalah tak sempurna.. penuh cela dan kurang.. jalani hari tanpa angkuh namun terus mencoba memberi arti.. dan memaknai hari.. dan berati buat semua.. buat kamu.. buat dunia.. walau hanya sesaat..</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[This place has some surprisingly good food.]]></title>
<link>http://keepingtrackalways.wordpress.com/?p=123</link>
<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 04:06:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sid</dc:creator>
<guid>http://keepingtrackalways.wordpress.com/?p=123</guid>
<description><![CDATA[During one of our aimless, timepass trips, we decided to dump good old McDonalds for this place]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">During one of our aimless, timepass trips, we decided to dump good old McDonalds for this place... <a href="http://keepingtrackalways.files.wordpress.com/2008/07/dsc00046.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-124" src="http://keepingtrackalways.wordpress.com/files/2008/07/dsc00046.jpg" alt="A great place to eat near Sadar if you\'re tired of the same old McDonalds.." width="500" height="375" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SMK 3 Jakarta di Mass Media]]></title>
<link>http://dedidwitagama.wordpress.com/?p=752</link>
<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 15:59:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>dedidwitagama</dc:creator>
<guid>http://dedidwitagama.wordpress.com/?p=752</guid>
<description><![CDATA[


Terima kasih kepada Pak Lili, Redaktur Sadar (Tabloid terbitan  BNN RI), Kang Budi yang datang k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dedidwitagama.files.wordpress.com/2008/06/sadar1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-753" src="http://dedidwitagama.wordpress.com/files/2008/06/sadar1.jpg?w=224" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://dedidwitagama.files.wordpress.com/2008/06/sadar3.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-754" src="http://dedidwitagama.wordpress.com/files/2008/06/sadar3.jpg?w=224" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://dedidwitagama.files.wordpress.com/2008/06/sadar2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-755" src="http://dedidwitagama.wordpress.com/files/2008/06/sadar2.jpg?w=300" alt="" width="429" height="319" /></a></p>
<p>Terima kasih kepada Pak Lili, Redaktur Sadar (Tabloid terbitan  BNN RI), Kang Budi yang datang ke SMK 3 untuk wawancara kami, juga kepada Kombes Bambang Haryoko dan tim di BNN</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Keep Fighting for Your LiFe...]]></title>
<link>http://luckyesaputeri.wordpress.com/?p=19</link>
<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 00:50:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>lucky</dc:creator>
<guid>http://luckyesaputeri.wordpress.com/?p=19</guid>
<description><![CDATA[Aku lelah&#8230;
Kupikir semua akan berakhir dengan indah&#8230;
Tapi apa yang terjadi??
Semua terja]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Aku lelah...</p>
<p>Kupikir semua akan berakhir dengan indah...</p>
<p>Tapi apa yang terjadi??</p>
<p>Semua terjadi berkebalikan dengan apa yang kuharapkan...</p>
<p>Haruskah aku melanjutkan semuanya??</p>
<p>Atau aku harus menutup lembaran-lembaran kelam dalam hidupku??</p>
<p>Hidup akan terus berjalan walaupun aku berada dalam keadaan terpuruk sekalipun...</p>
<p>Hidup akan terus berjalan hingga Sang Khalik mengambilnya kembali...</p>
<p>Aku harus terus berjalan dan menjadikan lembaran-lembaran kelam sebagai batu loncatan untuk menuju sukses...</p></blockquote>
<h1 style="text-align:right;"><span style="color:#0000ff;">Keep fighting for your life... </span></h1>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Softskill itu Penting...]]></title>
<link>http://luckyesaputeri.wordpress.com/?p=9</link>
<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 14:14:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>lucky</dc:creator>
<guid>http://luckyesaputeri.wordpress.com/?p=9</guid>
<description><![CDATA[
Tau ga sih, aku baru sadar kalau ternyata ada bedanya antara mahasiswa dengan typical organisatoris]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tau ga sih, aku baru sadar kalau ternyata ada bedanya antara mahasiswa dengan typical organisatoris (atau mahasiswa yang selalu berkecimpung di dunia organisasi baik itu di internal kampus maupun ekternal kampus) dengan mahasiswa non-organisatoris (atau lebih terkenal dengan sebutan <em>study oriented</em>). Pasalnya selama ini aku selalu berada pada lingkungan organisatoris jadinya bener-bener ga tau apa sebenernya beda antara mahasiswa organisatoris dengan mahasiswa non-organisatoris. Nah, belakangan ini (baca : akhir-akhir ini) aku malah merasakan bagaimana berinteraksi dengan mahasiswa yang tergolong <em>study oriented</em> ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Ga terlalu panjang sih ceritanya, hanya saja pengalaman itu membuatku tersadar dengan pernyataan dosen tentang "softskill (<em>attitude</em>) mahasiswa IT Telkom itu sangat kurang sekali". Awalnya aku bener-bener ga peduli dengan pernyataan tersebut, bahkan tidak pernah terlintas dalam benak saya bahwa ada orang-orang yang seperti itu. Eh, ternyata malah terbukti sendiri di depan mataku, masalahnya kejadiannya langsung terjadi padaku,hehe..</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak hal yang kualami, simple nya gini deh orang-orang itu selalu bekerja dengan terburu-buru sehingga menimbulkan banyak kesalahan akibat dari tergesa-gesa dalam menyelesaikan permasalahan serta tidak berfikiran panjang akan dampak yang akan ditimbulkan. Kalau gitu, bisa-bisa kerjaan kita selesai tapi hasilnya ga maksimal, iya ga? hi hi. Selain itu mereka juga tidak terbiasa dalam menyelesaikan sesuatu dengan terstruktur sehingga membuat kewalahan dalam menyelesaikan permasalahan atau tugasnya. Alhasil, banyak kerjaan yang ga jelas udah dikerjain apa belum.hiks..hiks..</p>
<p style="text-align:justify;">Sempet kelimpungan juga menghadapi typikal orang seperti itu, karena mau ga mau aku harus sabar menghadapinya. Awalnya memang sulit untuk beradaptasi, tapi dulu mungkin apabila aku ga ikut organisasi pasti bernasib sama kayak mereka. Pelan-pelan mereka juga bisa belajar karena softskill ini bukan hanya diperlukan sekarang, tetapi diperlukan untuk ke depannya khususnya di dunia kerja.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KISAH BAIK DIBACA]]></title>
<link>http://listiawan.wordpress.com/?p=7</link>
<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 17:19:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>listiawan</dc:creator>
<guid>http://listiawan.wordpress.com/?p=7</guid>
<description><![CDATA[sebuah renunganoleh : LISTIAWAN , dikutip dari sebuah media ; majalah islam *)
Kita memiliki gedung-]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="color:#0000ff;">sebuah renungan</span><span style="color:#0000ff;"><em>oleh : LISTIAWAN , dikutip dari sebuah media ; majalah islam *)</em></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Kita memiliki gedung-gedung yang tinggi, tetapi semakin rendah ketahanan kita akan amanah.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Kita membangun banyak jalan-jalan besar, tetapi wawasan kita semakin sempit.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Kita banyak menghabiskan uang, tetai semakin sedikit apa yang kita punya.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Banyak membeli tetapi makin sedikit yang bisa kita nikmati.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Rumah-rumah kita bertambah besar, akan tetapi keluarga kita semakin kecil.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Rumah-rumah yang semakin nyaman, tapi makin sedikit waktu yang kita miliki untuk menikmatinya.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Rumah-rumah yang semakin elok, tetapi keluarga yang berantakan.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Inilah masa pendapatan yang berganda, tetapi perceraian bertambah.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Kita memiliki semakin banyak gelar, tetapi semakin sempit akal.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Semakin banyak pengetahuan, tapi semakin sempit penilaian pada yang baik dan buruk.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Semakin banyak ahli, akan tetapi semakin banyak pula masalah.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Semakin banyak ditemukan obat,  tetapi semakin berkurang kesehatan.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Kita terlalu banyak merokok, ceroboh, terlalu jarang tertawa, mengemudi terlalu cepat, semakin kerap marah, susah tidur, bangun dalam keadaan yang terlalu penat, terlalu sedikit membaca, terlalu banyak menonton televisi dan sangat jarang berdo'a.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Kita telah melipatgandakan keinginan, akan tetapi mengurangi nilai-nilai diri kita.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Terlalu banyak bicara dan kurang mendengar</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Terlalu sedikit mencinta, terlalu banyak membenci</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Kita telah belajar bagaimana mencari nafkah, tapi tidak mencari hidup</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Kita telah mampu menambahkan tahun-tahun dalam kehidupan kita, tapi gagal membawa kehidupan dalam tahun-tahun hidup kita.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Kita telah melakukan hal-hal yang lebih besar, tetapi gagal melakukan hal-hal yang lebih  baik.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Kita telah membershihkan udara, tetapi jiwa kita penuh polusi</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Kita telah menaklukkan atom, akan tetapi tidak mamapu menaklukkan prasangka buruk.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Kita banyak menulis, tetapi sedikit belajar</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Kita banyak berencarana, tetapi sedikit menggapai</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Kita belajar untuk mengejar, tetapi tidak belajar menunggu</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Inilah zamannya makanan yang cepat saji dan pencernaan yang lambat.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Manusia-manusia lebih besar fisiknya, tetapi kerdil karakternya.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Inilah kalanya perjalanan yang semakin singkat, pakaian sekali pakai, moralitas yang terbuang, kelebihan berat badan, dan pil-pil yang dapat melakukan segalanya ; membuat gembira, menenangkan dan sekaligus Membunuh !</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Inilah waktunya ketika banyak hal-hal yang dipamerkan dan semakin sedikit yang disimpan.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Ingatlah sesungguhnya hidup tidak diukur dengan berapa banyak hembusan napas yang kita ambil.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Tetapi hidup diukur dengan saat-saat terakhir hembusan napas kita.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Semoga hari-hari yang telah berlalu menjadi pelajaran, pengalaman dan introspeksi bagi kita, dan semoga Esok yang sesungguhnya menjadi lebih baik.</span></p></blockquote>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Awalnya...Kesadaran]]></title>
<link>http://kedanke.wordpress.com/?p=4</link>
<pubDate>Mon, 26 May 2008 02:13:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>apiqquantum</dc:creator>
<guid>http://kedanke.wordpress.com/?p=4</guid>
<description><![CDATA[Selamat atas dibentuknya blog mengenai kesadaran dan kecerdasan ini kepada bpk admin  semoga blog in]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat atas dibentuknya blog mengenai kesadaran dan kecerdasan ini kepada bpk admin :) semoga blog ini menjadi salah satu yang bermanfaat bagi yang membutuhkan, memang belum banyak blog yang mengulas mengenai "Kesadaran" , khususnya blog lokal...banyak orang memahami kesadaran dengan persepsinya masing-masing dan selalu berkembang pemahaman kesadaran seiring dengan perjalanan hidup yang dilaluinya, yah benar persepsi kesadaran tidak akan pernah sama secara realitanya, hal ini sangat tergantung pada pemahaman dan pemaknaan seseorang dalam menyikapi proses secara langsung maupun tidak langsung apa yang dihadapinya dalam hidup ini mengenai masalah dengan solusinya, reaksi yang dipikirkan dan dirasakannya kemudian direnungkan untuk dapat diambil hikmah beserta makna dibalik itu semua. kata kesadaran sudah tidak asing lagi kita dengar dan ucap dari kita kecil hingga dewasa.<br />
Ambilah beberapa pernyataan yang sering terjadi antara lain :</p>
<p>1. "Entah apa yang terjadi pada saya, begitu saya SADAR, ternyata dompet saya telah lenyap"<br />
2. "Semua orang melakukan hal tersebut, saya SADAR, sayapun harus melakukan hal yang sama"<br />
3. "Sekarang baru saya SADAR bahwa perbuatan yang tidak baik memang akan menyulitkan diri kita sendiri"<br />
4. "Sekarang saya SADAR, saya harus melakukan beberapa hal agar mendapat dukungan dari orang lain"<br />
5. "Saya SADAR, ditempat suci seperti ini kita memang harus meningkatkan kualitas ibadah kita"<br />
6. "Saya SADAR, saya terlalu bertindak berlebihan, saya akan merubah atau memperbaikinya"<br />
7. "Saya SADAR, kita harus bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.</p>
<p>Inilah beberapa contoh bagaimana kita memaknai istilah SADAR dan KESADARAN, Sadar sering dilihat sebagai kondisi situasi bangun atau terjaga, semacam tanggapan reaktif terhadap situsi stimulus, acapkali stimulius berasal dari luar. Ada sebagian pernyataan diatas yang mewakili tanggapan reaktif yang lebih banyak dipicu oleh faktor eksternal,  penempatan kesadaran sebagai perangkat yang beroperasi disatu waktu dan tidak beroperasi di waktu yang lain.</p>
<p>Keasadaran-reaktif seringkali dipicu oleh pengalaman, kebutuhan, dan nilai-nilai lokal, sifat lokal memang melekat kuat pada kesadaran-reaktif, karena jenis kesadaran ini ditambatkan pada berbagai elemen terbatas seperti emosi, trauma, harga diri, kebutuhan psikologis, ruang dan waktu dsb. bahkan contoh pernyataan yang terakhir yang tampak paling ideal dari semua contoh tersebut juga tak aman dari resikotercemar oleh nilai-nilai lokal, terutama jika sikap tersebut dilatarbelakangi oleh pengalaman traumatis dan kebutuhan individual. Keyakinan "sektarian misalnya, umumnya dilandasi oleh reaksi berlebihan terhadap pengalaman yang kurang menyenangkan, keyakinan ini biasanya ditularkan  secara sistematis kepada orang lain (yg mungkin tidak dimiliki oleh orang lain tersebut)</p>
<p>(Bersambung...)</p>
<p>(Tulisan di atas adalah kiriman dari salah seorang pembaca. Salam, admin)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SADARdan SABAR (Buah Pikir Renungan)]]></title>
<link>http://agungndaru.wordpress.com/?p=21</link>
<pubDate>Tue, 20 May 2008 05:49:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>agungndaru</dc:creator>
<guid>http://agungndaru.wordpress.com/?p=21</guid>
<description><![CDATA[
Realitas hidup memang beraneka ragam macamnya, dan hal ini terbentuk dari aktivitas-aktivitas hidup]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://img177.imageshack.us/img177/6950/41442567c2445293feo0.jpg" alt="" width="222" height="141" /></p>
<p style="text-align:justify;">Realitas hidup memang beraneka ragam macamnya, dan hal ini terbentuk dari aktivitas-aktivitas hidup seseorang beserta pemahaman-pemahaman (filosofi) hidupnya. Keterikatan seseorang akan hukum alam menjadikan masyarakat membuat sistem-sistem hidup berupa menjadikan pijakan, control maupun spirit masyarkat itu sendiri dalam memenuhi kebutuhannya. Dan ketika masyarakat menjalankan kesemuanya dalam kehidupan sehari-hari terjadilah realitas-realitas <em>(exist actually)</em> hidup. Senang, susah, menang, kalah, tua, muda, kaya, miskin, sabar, marah, pemimpin, pembantu dan lain sebagainya adalah bagian-bagian dari realitas hidup manusia. Beragkat dari sinilah kemungkinan bahwasanya teori, filosofi ataupun ideology itu berkembang. Untuk mengurangi pelebaran bahasan dan cakupan, dalam artikel ini berusaha menyampaikan ekses-ekses dari realitas kehidupan itu sendiri sebagai bagian dari kehidupan pribadi penulis secara empiris.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Orang hidup memanglah tidak bisa lepas dari masyarakat. Sedangkan masyarakat sendiri adalah kumpulan-kumpulan orang hidup disuatu tempat beserta hasil karyanya (sistem, teknologi, status, ekonomi) membentuk sebuah <em>community</em>. Jadi ada sebuah alur yang tak terpisahkan satu sama lain. Sebagai contoh, seorang guru sekolah akan menerima gaji dari profesinya dan sebagai gantinya ia haruslah berdasarkan kurikulum yang ada, seorang petani pastilah membutuhkan kebutuhan yang lain selain buah atau tanaman yang diproduksinya, maka untuk mencukupi kebutuhannya petani menjual hasil tanamannya untuk mendapatkan kebutuhan yang lain. Begitulah perkembangan-perkembangan sosial seterusnya dan sampailah pada apa yang dinamakan proses ekonomi sosial. Disini individu maupun kelompok dituntut aktif dalam proses ekonomi supaya dapat terpenuhi kebutuhan dan kesejahteraannya. Namun demikian dalam prosesnya individu maupun kelompok mengalami keterbatasan-keterbatasan. Sehingga dalam pencapain tujuannya ada yang mengalami keberhasilan, dan juga kegagalan. Sampailah pada kebutuhan manusia akan agama, yang merupakan pijakan ataupun kontrol hidup dalam proses tersebut. Terlepas dengan adanya berbagai macamnya agama beserta ajarannya, penulis menemui beberapa tema agama yang mengajarkan pada umatnya, salah satunya adalah sadar dan sabar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://img405.imageshack.us/img405/3199/2348044242b11547b48cjo4.jpg" alt="" width="179" height="178" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sadar (consciousness) dalam <em>wikipedia</em> berarti menunjuk kepada kualitas kompromi dalam melakukan sesuatu, kesadaran diri, perasaan dan kemampuan menerima hubungan antara diri sendiri dengan lingkungan yang ditempati <em>(<strong>Consciousness</strong> is regarded to comprise qualities such as <a title="Subjectivity" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Subjectivity">subjectivity</a>, <a title="Self-awareness" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Self-awareness">self-awareness</a>, <a title="Sentience" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sentience">sentience</a>, and the ability to <a title="Perception" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Perception">perceive</a> the relationship between oneself and one's <a title="Natural environment" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Natural_environment">environment</a>).</em> Sebagai contoh, seorang sopir yang sadar adalah seorang tahu dan paham bahwa dirinya mempunyai pekerjaan mengantar barang atau orang dengan mobil. Ketika si supir lupa ataupun dalam dalam suatu kondisi yang tidak ada kesesuaian antara dia dengan pekerjaannya maka ia dapat dikatakan tidak sadar (<em>unconsciousness</em>). Dalam cakupan lebih luas seseorang yang sadar dapat diartikan mengetahui dan memahami posisi, tanggung jawab, hak dan kewajibannya dalam kehidupan social, diluar itu seseorang dapat diaktakan tidak atau belum sadar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dan kemudian yang lain adalah sabar, yang menurut <em>wikipedia</em> juga berarti kemampuan untuk menunggu, menunda atau melakukan provokasi tanpa emosional <em>dus</em> bisa dikatakan juga kegigihan dan ketenangan dalam menghadapi kesulitan <em>(<strong>Patience</strong> is the ability to endure waiting, delay, or provocation without becoming annoyed or upset, or to persevere calmly when faced with difficulties). </em>Dari sini sangat kentara perbedaan antara sabar dengan pasrah, yaitu ada unsur kegigihan dan ketenangan dalam sabar. Pasrah <em>(give up)</em> merupakan tindakan pasif dalam menyikapi sesuatu dan menerima apa adanya tanpa ada unsur usaha untuk memperbaikinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sadar dan sabar, memanglah dibutuhkan dalam menyikapi dan menghadapi sesuatu. Hal ini tidak lain adalah untuk menghindarkan diri dari tindakan-tindakan emosional yang berujung pada kegagalan suatu usaha. Disinilah arti penting menyikapi proses social, karena itu adalah biasanya bukan kejadian yang serta merta, melainkan membutuhkan waktu dalam menunggu hasilnya. Bagaimana dengan penerapan kehidupan sehari-harinya? Ok, sebagai contoh perbedaan sabar dan pasrah adalah sebagai berikut; seorang pedagang yang sabar, dia akan membuka barang dagangannya dipasar dengan persiapan usaha kreatifnya sedemikian rupa sehingga barang dagangannya menarik perhatian pembeli seperti kebersihan tokonya, memilih dagangan yang bagus untuk display, memberi service yang baik, memberi diskon dan menunggu dengan tenang sampai pembeli datang, sedangkan pedagang yang pasrah adalah pedagang yang hanya menjual barang dagangannya apa adanya, tidak ada usaha apa-apa untuk menjadikan barang dagangannya menarik untuk dibeli. Selain itu sabar juga memiliki korelasi dengan sadar dalam aplikasinya. Seseorang yang sadar biasanya orang yang tahu kondisi riilnya sendiri, dalam arti sadar akan posisinya, tanggung jawabnya dan hak-haknya, adalah relative memiliki jiwa kesabaran, tentu dengan kadar yang berbeda setiap orang. Seorang yang sadar biasanya tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang dapat merusak usaha yang dirintisnya, karena ia percaya dengan kesabaran akan mendapat hasil dari usahanya melalui proses social.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Semoga menjadi masukan yang positif bagi penulis khususnya, dan pembaca (<em>blogger</em>) umumnya dalam menapaki kehidupan nan keras dan tak kenal kompromi ini. Semoga sukses!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">PS: artikel diatas hanyalah pendapat pribadi penulis dan tidak dikemukakan analisis ataupun penelitian lebih jauh sebelumnya, maklum tulisan ini dibuat waktu penulis malas keluar rumah, hujan rintik-rintik sepanjang hari senin, 31 Maret 2008, sebagai membuang rasa sepi sendiri dirumah.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Universitas Sanata Dharma]]></title>
<link>http://safegoreti.wordpress.com/?p=23</link>
<pubDate>Tue, 06 May 2008 05:27:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>safegoreti</dc:creator>
<guid>http://safegoreti.wordpress.com/?p=23</guid>
<description><![CDATA[
PBSID – USD
SADAR! Siapa yang tidak tahu tentang yang satu ini? Sadar adalah singkatan dari Sana]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoTitle" style="line-height:150%;text-align:center;"><strong><a href="http://safegoreti.files.wordpress.com/2008/05/foto-pbsid-0172.jpg"></a><img class="alignnone size-full wp-image-44" src="http://safegoreti.wordpress.com/files/2008/05/foto-pbsid-025.jpg" alt="" width="450" height="337" /></strong></p>
<p class="MsoTitle" style="line-height:150%;text-align:center;"><strong>PBSID – USD</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">SADAR! Siapa yang tidak tahu tentang yang satu ini? Sadar adalah singkatan dari Sanata Dharma, atau yang sering disebut USD oleh kebanyakan orang. Nah, apa itu USD? Mari kita lihat bersama. USD adalah singkatan dari Universitas Sanata Dharma. Universitas ini adalah satu-satunya universitas Khatolik di Daerah Istimewa Yogyakarta yang berlokasi di empat tempat. Kampus I dan Kampus II berlokasi di Mrican, Depok, Yogyakarta. Kampus III berlokasi di Paingan, Kampus IV, berlokasi di Kentungan, dan Kampus V berlokasi di Kota Baru Yogyakarta. Kampus I dan Kampus II, dipakai untuk kegiatan perkuliahan bagi program Studi Keguruan. Kampus III digunakan untuk perkuliahan non keguruan kecuali program studi matematika dan Fisika, kampus IV untuk fakultas Teologi, dan kampus V dipakai untuk perkuliahan Ilmi Pengetahuan Agama Katholik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Salah satu keunggulan dari universitas Khatolik ini, indeks prestasi pogram studi </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">(prodi) Pendidikan </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Bahasa </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Sastra Indonesia</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">dan Daerah (PBSID) <span> </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">yang memenuhi daya saing nasional bahkan pernah mendapat prestasi g</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">emilang dari para visitasi akreditasi tahun 2003 dengan peringkat nilai A</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">. Selain itu kekeluargaan di antarmahasiswa dengan mahasiswa</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">, mahasiswa dan dosen sangat berbeda </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">dari universitas lain. Hal ini berlatarkan visi dan misi dari Universitas Sanata Dharma yaitu memanusiakan manusia muda, baik dari segi jasmani, rohani, sosial maupun ilmu pengetahuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><img class="alignright size-medium wp-image-48" src="http://safegoreti.wordpress.com/files/2008/05/foto-pbsid-042.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">PBSID, s</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">alah satu bidang pengajaran yang berhasil dicapai dan hingga saat ini mengalami proses yang luar biasa pengaruhnya. Prodi ini telah banyak menghasilkan bibit-bibit unggul yang berkualitas dan berdaya guna. Tentu semuanya di dasari oleh tingkat kreatifitas serta keahlian yang dimiliki oleh para dosen pembimbing dalam menyajikan metode pembelajaran serta keseriusan dan keaktifan para mahasiswa dalam setiap perkuliahan.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"> Keunggulan lain dari prodi ini, memecahkan rekor MURI pembacaann cerpen yang melibatkan para pelajar, mahasiswa, dosen, dan masyarakat PADA TAHUN 2000; mengadakan seminar nasional pada tahun 2000, mengadakan seminar-seminar, memberikan latihan kepada para wartawan kompas pada tahun 2005, 2006, dan 2007; bekerja sama dengan BBC London dalam penyuntingan bahasa pada tahun 2000, dan mengikuti HIBAHI-MHERE (2x sampai vissitasi), HIBAH KEMITRAAN memenangkan HIBAH PERALATAN (2 x)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Mahasiswa PBSID dipandang mempunyai nilai positif kerana latar belakang daerah mahasiswa yang bervariasi, tersedianya berbagai jenis kegiatan, serta adanya banyak peluang pengembangan diri sebagai dampak positif dari kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan, media massa, industry, serta alumni.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Dosen tetap ideal. Jumalah, tingkat pendidikan, jabatan akademik, dan fasilitas yang disediakan dosen memadai. Partisipasi dan kehadiran dosen dan maupun karyawan tercatat baik. Selain itu terbuka kesempatan kepada dosen untuk terus melengkapi diri dengan pengetahuan yang menjadi modal bagi perkembangann pengetahuan mahasiswa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><a href="http://safegoreti.files.wordpress.com/2008/05/foto-pbsid-0173.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-49" src="http://safegoreti.wordpress.com/files/2008/05/foto-pbsid-0173.jpg?w=225" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Kurikulum dipandang baik. Kurikulum PBSID mampu mengembangkan empat kompetensi keguruan, kompetensi pengajaran BIPA, dan kompetensi tenaga jurnalistik. Selain itu, suasana akademik pada umumnya sudah tercipta dengan baik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Oleh karena itu tidaklah mengherankan di setiap tahun ajaran baru banyak mahasiswa yang memilih jurusan ini dan lulus dengan hasil yang memuaskan. Prodi PBSID sungguh-sungguh mampu menghasilkan manusia yang berpotensi dan berdaya guna.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;margin:0 0 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span>Sr. safegoreti, fdcc</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;">PBSID '06 USD, Yogyakarta.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[A Wise Poem II]]></title>
<link>http://kireinashit.wordpress.com/?p=31</link>
<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 08:54:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>kireinashit</dc:creator>
<guid>http://kireinashit.wordpress.com/?p=31</guid>
<description><![CDATA[Now is time for you 
to celebrate&#8230;
the accomplishment of a 
dream you have worked 
so hard to ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;">Now is time for you </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;">to celebrate...</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;">the accomplishment of a </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;">dream you have worked </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;">so hard to realize.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;">You have shown </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;">so many people </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;">how special you are.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;">Now id the time to begin</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;">to pursue the next path,</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;">to reach out for</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;">the next star,</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;">and to achieve</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;">the things that are </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;">so important to you.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;">Always keep </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;">your dreams alive.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;">And keep </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;">them coming true.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#00ff00;">by : unknown author</span></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
