Etiquetas » Prosa

Sedikit cerita disebuah taman

Pagi itu aku berdiam diri disebuah taman yang tidak jauh dari rumah, aku terdiam sejenak menatap langit. Biru dan cerah, tapi terasa sangat jauh dan aku tidak pernah bisa menggapainya. 351 palabras más

Personal Thought

Snapshot of Serenity

Pergi pagi pulang malam, wajah lelah akan selalu menghiasi malam sebelum tidur. Hari jum’at adalah hari paling membahagiakan, libur panjang bagai oase. Itu lah hidup, kau menggerutu dia tidak akan mencoba mengerti. 142 palabras más

Prosa

Kado

-Ken Kausar Amar A.

Kau pernah berkata padaku, bahwa apapun yang terjadi aku tetaplah kekasihmu. Sekalipun tuhan yang menjadi ganjalannya. Dan matamu basah setelah mengucapkan kalimat itu. 533 palabras más

Prosa

Mata Ayahku, Cerita yang Tertebak

-Ken Kausar Amar A.

Aku, sebenarnya, memiliki ayah yang mudah ditebak, melalui matanya. Mata yang berongga dalam dan kantung mata besar, mata para pemilik rasa kehilangan. 882 palabras más

Prosa

Perihal Istri Pemarah yang Tidak Terlalu Penting

-Ken Kausar Amar A.

Kemarahannya serupa kabut yang datang saat terang beranjak pergi di sebuah pegunungan. Sunyi dan menyeramkan. Hampir ia tidak pernah mau diajak bicara ketika sedang marah. 1.880 palabras más

Prosa

Awan dan Bulan

Seolah tidak ada rasa cemburu, seolah terkagum, awan memandang bulan, terus memandang, dan akan terus memandang – seolah tidak ada lagi yang bisa dipandang selain bulan, yang begitu indahnya hingga membuat awan senantiasa memandang bulan. 556 palabras más

Prosa